ADVERTISEMENT

Mabuk, Pria di Jepang Kehilangan Flashdisk Berisi Data Seluruh Penduduk Kota

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 24 Jun 2022 22:30 WIB
HANOVER, GERMANY - FEBRUARY 28:  A Vodafone LTE high-speed USB dongle is shown attached to a laptop computer at the Vodafone stand at the CeBIT technology trade fair on February 28, 2011 in Hanover, Germany. LTE, also called 4G, is a new mobile broadband standard that promises speeds many times that of current UMTS and HSDPA systems and is being introduced foremost in rural areas in Germany that have thus far been cut off from broadband Internet connectivity. CeBIT 2011 will be open to the public from March 1-5.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Ilustrasi flashdisk (Foto: GettyImages)
Osaka -

Seorang pekerja di Jepang kehilangan flasdisk berisi data pribadi seluruh penduduk salah satu kota usai dirinya mabuk setelah jam kerja. Flashdisk itu hilang saat pria tersebut tertidur di jalanan gara-gara mabuk.

Dilansir CNN, Jumat (24/6/2022), pemerintah kota menyatakan pekerja yang tidak disebutkan namanya itu kehilangan USB flashdisk yang berisi detail pribadi setiap penduduk kota Amagasaki, barat laut Osaka, setelah pergi minum-minum minggu ini.

Penyiar publik NHK melaporkan pekerja tersebut merupakan seorang pria berusia 40-an. Pria itu tertidur di jalan setelah minum alkohol di sebuah restoran. Ketika dia bangun, tasnya yang berisi flashdisk sudah hilang.

Pemerintah kota menyatakan pria itu bekerja untuk sebuah perusahaan yang bertugas memberikan manfaat bagi rumah tangga bebas pajak. Peristiwa hilangnya flasdisk itu berawal saat pria itu pergi ke pusat informasi administrasi kota dan mentransfer data penduduk ke flashdisk pada Selasa lalu.

Data tersebut termasuk nama, tanggal lahir, dan alamat 465.177 orang. Flash drive juga berisi informasi sensitif termasuk rincian pajak, nama dan nomor rekening bank, dan informasi tentang rumah tangga yang menerima bantuan publik seperti pembayaran penitipan anak.

Pada hari Rabu, karyawan tersebut mencari flash drive itu tetapi tidak dapat menemukannya. Dia pun mengajukan laporan kehilangan harta benda ke polisi.

Pihak perusahaan kemudian memberi tahu otoritas kota tentang kehilangan itu. Pihak berwenang menyebut flash drive itu dienkripsi dan belum ada kebocoran data yang dikonfirmasi.

Meskipun karyawan tersebut telah diberi wewenang untuk mengakses data, dia tidak diberi izin untuk mentransfernya ke perangkat elektronik yang terpisah. Pernyataan itu juga mengkritik karyawan tersebut karena gagal menghapus data dari USB flash drive itu setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor kota dan membawanya sendiri daripada menggunakan metode transportasi yang lebih aman.

Pihak berwenang mengadakan konferensi pers pada hari Kamis dengan wali kota dan pejabat lainnya membungkuk meminta maaf kepada penduduk.

Pemerintah kota akan melakukan pembayaran kepada rumah tangga yang memenuhi syarat tanpa penundaan, dan akan memberikan lebih banyak informasi tentang kasus tersebut saat mereka menyelidikinya. Pemerintah memberi peringatan keras bagi pegawai pemerintah untuk mendapatkan izin sebelum membawa flash drive keluar dari kantor kota.

(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT