ADVERTISEMENT

NATO: Jangan Kendor! Perang di Ukraina Bisa Bertahun-tahun

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 19 Jun 2022 12:09 WIB
NATO General Secretary Jens Stoltenberg gestures as he speaks during a press conference to present the next North Atlantic Council (NAC) Ministers of Foreign Affairs meeting, at the NATO headquarters in Brussels on April 5, 2022. (Photo by Franois WALSCHAERTS / AFP)
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg (Foto: AFP/FRANCOIS WALSCHAERTS)
Kyiv -

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut perang di Ukraina bisa berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya. Untuk itu dia meminta agar suntikan bantuan bagi Ukraina terus dilakukan.

"Kita harus menyiapkan banyak hal untuk bertahun-tahun. Kita tidak boleh mengendurkan dukungan ke Ukraina bahkan bila menghabiskan banyak biaya," ucap Stoltenberg dalam wawancaranya dengan surat kabar harian asal Jerman, Bild, seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (19/6/2022).

"Bukan hanya dukungan militer, kita harus memberi bantuan karena naiknya harga energi dan pangan," imbuhnya.

Sebagai informasi, Rusia telah melakukan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022. Putin sendiri menyebut militer Rusia melakukan 'operasi militer khusus' ke Ukraina.

Putin sangat menentang keinginan Ukraina untuk bergabung dengan aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Moskow menganggap NATO sebagai ancaman bagi keamanan wilayahnya.

Putin Tak Masalah Ukraina Gabung Uni Eropa

Di sisi lain Komisi Eropa pada Jumat (17/6) waktu setempat merekomendasikan agar Ukraina dan Moldova masing-masing diberi status 'kandidat' untuk bergabung dengan Uni Eropa. Status 'kandidat' secara resmi untuk Ukraina bisa membuka jalan bergabung dengan Uni Eropa. Status kandidat ini didapat setelah bertahun-tahun upaya dari Ukraina.

Keputusan soal nasib Ukraina mungkin akan diresmikan pada pertemuan puncak pemimpin negara-negara Uni Eropa di Brussels, Belgia, pada 23-34 Juni mendatang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji langkah itu dan menyatakan dirinya 'berterima kasih' kepada Ketua Uni Eropa Ursula von der Leyen dan 'setiap anggota Komisi Eropa atas keputusan bersejarahnya'.

Hal ini kemudian ditanggapi Putin. Dia mengaku tak masalah jika Ukraina bergabung dengan Uni Eropa. Sikap Putin ini berbeda saat Ukraina dikabarkan hendak bergabung dengan NATO.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (18/6/2022), penegasan itu disampaikan Putin saat berbicara dalam forum ekonomi tahunan Rusia, Forum Ekonomi Internasional St Petersburg, pada Jumat (17/6) waktu setempat.

"Kami tidak menentangnya. Itu menjadi keputusan berdaulat mereka untuk bergabung dengan serikat ekonomi atau tidak. Itu menjadi urusan mereka, urusan rakyat Ukraina," ucap Putin dalam forum tersebut.

"Sejauh menyangkut integrasi ekonomi mereka, hal itu menjadi pilihan mereka. Uni Eropa bukanlah aliansi militer, tidak seperti NATO," kata Putin.

Namun, Putin meyakini Ukraina akan 'berubah menjadi semi-koloni' negara-negara Barat jika bergabung dengan Uni Eropa. "Itu pendapat saya," ujarnya.

Simak juga Video: PM Inggris ke Ukraina: Semoga Berhasil Hancurkan Semua Tank Rusia!

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT