ADVERTISEMENT

Tak Henti-hentinya Penembakan Brutal di AS Telan Korban Jiwa

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 22:08 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Amerika Serikat diketahui tengah berada di babak yang sangat mengerikan dari epidemi kekerasan senjata.

Sejak awal tahun ini, lebih dari 20.000 orang telah tewas akibat kekerasan senjata api di Amerika Serikat. Demikian menurut sebuah LSM bernama Arsip Kekerasan Senjata. Ini termasuk kematian karena bunuh diri.

Kasus paling fatal dalam rangkaian kekerasan ini adalah penembakan di sebuah sekolah dasar di Uvalde, Texas yang menewaskan 19 anak dan dua guru pada 24 Mei lalu.

Dilansir dari DW, Presiden AS Joe Biden telah menganjurkan larangan senjata laras panjang di tengah maraknya aksi penembakan. Hal ini menjadi upaya di antara langkah-langkah lain untuk mencegah kekerasan bersenjata.

Dorongan untuk meloloskan aturan pengetatan penjualan senjata api juga muncul dari para penyintas. Seorang anak berusia 11 tahun yang selamat dari penembakan massal di Texas berbicara di depan Kongres AS.

Ia menceritakan upaya untuk menyelamatkan diri saat pelaku penyerangan menembak seorang teman di sebelahnya. Bocah itu mengatakan, "Saya mengambil darahnya dan mengoleskannya ke seluruh tubuh saya."


(dwia/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT