ADVERTISEMENT

Rusia Klaim Hancurkan Depot Senjata Ukraina yang Dipasok NATO

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 17:21 WIB
A local resident looks at grass that is on fire after a shelling, amid Russias attack on Ukraine, near the town of Bakhmut, Donetsk region Ukraine June 12, 2022. REUTERS/Gleb Garanich
Ilustrasi -- Rudal Rusia terus menghujani wilayah Ukraina (dok. REUTERS/GLEB GARANICH)
Kiev -

Rusia mengklaim pasukannya telah menghancurkan sebuah depot persenjataan di wilayah Ukraina bagian barat. Disebutkan bahwa depot itu menyimpan persenjataan yang dipasok oleh negara-negara anggota aliansi militer NATO.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (15/6/2022), klaim itu disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataan terbaru pada Rabu (15/6) waktu setempat. Disebutkan bahwa depot senjata yang dihancurkan itu berada di wilayah Lviv, Ukraiaa bagian barat.

Kementerian Pertahanan Rusia secara detail menyebut sejumlah amunisi yang disimpan di depot senjata itu digunakan untuk howitzer M777 buatan Amerika Serikat (AS).

"Di dekat kota Zolochiv di wilayah Lviv, rudal jarak jauh dengan presisi tinggi Kalibr menghancurkan sebuah depot amunisi berisi senjata asing yang ditransfer ke Ukraina oleh negara-negara NATO, termasuk howitzer M777 155-mm," sebut Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya.

Klaim Rusia itu belum bisa diverifikasi secara independen oleh Reuters. Belum ada juga tanggapan resmi dari pemerintah maupun militer Ukraina terkait klaim itu.

Sebelumnya, Ukraina menyatakan baru menerima 10 persen persenjataan yang diminta dari negara-negara Barat untuk menghadapi intervensi militer Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang terus meminta pasokan persenjataan berat dari Barat, mengkritik 'perilaku menahan diri' beberapa pemimpin Eropa.

Zelensky menyebut sikap seperti itu 'sangat memperlambat pasokan senjata'.

"Saya bersyukur atas apa yang akan datang, tapi itu harus datang lebih cepat," ucap Zelensky kepada jurnalis Denmark dalam konferensi pers online pada Selasa (15/6) waktu setempat.

AS dan Inggris telah mengatakan akan memberikan baterai artileri jarak jauh kepada Ukraina, yang jelas mengabaikan peringatan Rusia.

Lihat juga video 'Turki Tolak Ajakan Swedia Bergabung Dengan NATO, Singgung Terorisme':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT