ADVERTISEMENT

Rusia Masukkan 49 Warga Inggris dalam Daftar Hitam, Termasuk Jurnalis

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 03:50 WIB
Kremlin: Antara Kekuasaan, Tirani, dan Mitos
Benteng Kremlin, Rusia (DW News)
Jakarta -

Rusia telah memasukkan 49 warga Inggris kedalam balcklists atau daftar hitamnya. Mereka termasuk pejabat pertahanan Inggris dan jurnalis.

Dilansir dari AFP, Rabu (14/6/2022), pengumuman itu disampaikan oleh Rusia pada Selasa (14/6) waktu setempat. Diketahui, Inggris merupakan salah satu negara yang menentnag Invasi Rusia ke Ukraina.

Orang yang masuk daftar hitam yaitu pejabat pertahanan, dan dan wartawan serta editor terkemuka dari BBC, The Financial Times dan The Guardian.

"Wartawan Inggris dalam daftar itu terlibat dalam penyebaran informasi palsu dan sepihak yang disengaja tentang Rusia dan peristiwa di Ukraina dan Donbass," kata kementerian luar negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjawab bahwa, "naluri Putin selalu untuk membungkam perbedaan pendapat dan menekan mereka yang secara akurat melaporkan kampanye bencananya di Ukraina."

"Saya berdiri sepenuhnya di belakang media Inggris dan rekan-rekan saya di pemerintahan dan parlemen & akan terus mendukung pekerjaan mereka yang tak kenal lelah," cuit Johnson.

Di antara 29 jurnalis yang dilarang masuk ke Rusia adalah Shaun Walker dari The Guardian, Gideon Rachman dari The Financial Times dan analis politik Mark Galeotti.

Daftar ini juga termasuk John Witherow, editor The Times; Chris Evans, editor The Daily Telegraph; Direktur Jenderal BBC Tim Davie; Katharine Viner, editor The Guardian; dan Edward Verity, editor The Daily Mail.

Nama-nama media juga termasuk Nick Robinson, penyiar BBC Radio 4, dan Sophy Ridge, yang memimpin acara politik mingguan Sky News.

Diketahui, sebagian besar jurnalis asing telah meninggalkan Rusia setelah pihak berwenang di Moskow memberlakukan hukuman penjara hingga 15 tahun karena menyebarkan "berita palsu" tentang tentara Rusia.

Moskow juga telah melarang penggunaan kata-kata seperti "perang" dan "invasi" dan menggambarkan serangannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus."

Simak juga 'Detik-detik Rusia Menghujani Wilayah Kherson dengan Rudal':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT