ADVERTISEMENT

Tegas pada China, Taipei: Selat Taiwan adalah Perairan Internasional!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 18:22 WIB
Soldiers fire during a military exercise in Hsinchu County, northern Taiwan, Tuesday, Jan. 19, 2021. Taiwanese troops using tanks, mortars and small arms staged a drill Tuesday aimed at repelling an attack from China, which has increased its threats to reclaim the island and its own displays of military might. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Ilustrasi -- Latihan militer Taiwan (dok. AP Photo/Chiang Ying-ying)
Taipei -

Otoritas Taiwan menegaskan bahwa Selat Taiwan merupakan jalur perairan internasional dan Taipei mendukung kapal-kapal perang Amerika Serikat (AS) yang transit di sana. Penegasan itu menolak klaim China soal menegakkan kedaulatan atas jalur perairan strategis yang memisahkan Taipei dan Beijing itu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (14/6/2022), selat sempit itu kerap menjadi sumber ketegangan militer sejak pemerintah Republik China yang kalah melarikan diri ke Taiwan tahun 1949 silam usai kalah dalam perang sipil dengan komunis, yang kemudian membentuk Republik Rakyat China (RRC).

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal-kapal perang perang AS, dan terkadang kapal perang dari negara sekutu seperti Inggris dan Kanada, berlayar melintasi Selat Taiwan, yang memicu kemarahan China.

Kementerian Luar Negeri China, pada Senin (13/6) waktu setempat, menegaskan bahwa negaranya 'memiliki kedaulatan, hak dan yurisdiksi yang berdaulatan atas Selat Taiwan'.

"Ini adalah klaim yang salah ketika negara-negara tertentu menyebut Selat Taiwan 'perairan internasional' demi mencari dalih untuk memanipulasi isu-isu terkait Taiwan dan mengancam kedaulatan dan keamanan China," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou, dalam tanggapannya, menyebut komentar China itu 'keliru'.

"Selat Taiwan adalah perairan internasional, dan perairan di luar wilayah perairan kami tunduk pada prinsip 'kebebasan laut lepas' pada hukum internasional," tegas Ou kepada wartawan setempat.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT