ADVERTISEMENT

Serangan Rudal Israel Hantam Sejumlah Target di Ibu Kota Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 10 Jun 2022 15:35 WIB
A warplane carries out a bombing run above Syria near the Israeli-Syrian border as it is seen from the Israeli-occupied Golan Heights , Israel July 24, 2018. REUTERS/Ammar Awad
ilustrasi (Foto: REUTERS/Ammar Awad)
Jakarta -

Serangan rudal Israel menghantam beberapa target di selatan ibu kota Suriah, Damaskus. Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa serangan rudal pada Jumat (10/6) subuh waktu setempat itu melukai setidaknya satu warga sipil.

"Pada pukul 04:20 ... musuh Israel melakukan agresi udara dengan menembakkan rangkaian rudal dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki," media pemerintah Suriah, SANA melaporkan seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (10/6/2022).

SANA melaporkan, pertahanan udara Suriah berhasil mencegat sebagian besar rudal tersebut. Namun, rudal-rudal yang mencapai sasarannya menyebabkan setidaknya satu warga sipil terluka dan menimbulkan kerusakan material.

Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, serangan rudal Israel menghantam depot senjata milik gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, serta kelompok-kelompok lain yang didukung Iran di dekat bandara Damaskus.

Observatorium yang mengandalkan jaringan sumber yang luas di seluruh Suriah, mengatakan bahwa setidaknya tiga lokasi terkena serangan rudal, menyebabkan sejumlah orang terluka.

Sejak perang saudara pecah di Suriah pada 2011, Israel telah melakukan ratusan serangan udara terhadap tetangganya itu, menargetkan pasukan pemerintah serta pasukan sekutu yang didukung Iran dan kelompok Hizbullah.

Sementara militer Israel jarang mengomentari serangan-serangan udara itu, mereka mengakui telah melakukan ratusan serangan.

Militer Israel mengatakan serangan itu diperlukan untuk mencegah musuh bebuyutannya, Iran mendapatkan pijakan di depan pintu masuk wilayahnya.

Konflik di Suriah dimulai dengan penindasan brutal terhadap aksi-aksi protes damai dan terus meningkat dengan menarik kekuatan-kekuatan asing dan para militan global.

Perang tersebut telah menewaskan hampir setengah juta orang dan memaksa sekitar setengah dari populasi pra-perang mengungsi dari rumah mereka.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT