ADVERTISEMENT

Spanyol Akan Kirim Rudal Antipesawat dan Tank ke Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Jun 2022 17:19 WIB
Smoke rises after missile strikes, as Russias attack on Ukraine continues, in Kyiv, Ukraine June 5, 2022.  REUTERS/Valentyn Ogirenko
Ilustrasi -- Potret ibu kota Kiev di Ukraina yang dihantam rudal Rusia (dok. REUTERS/VALENTYN OGIRENKO)

Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa diketahui berusaha membantu upaya perang Ukraina tanpa masuk sebagai pihak yang berperang langsung. Mereka telah memasok Ukraina dengan persenjataan modern senilai jutaan dolar AS.

Pemerintah AS mengumumkan minggu ini bahwa senjata jarak jauh sedang dikirim ke Ukraina sebagai bagian dari paket US$ 700 juta, yang mencakup radar pengawasan udara, lebih banyak lagi roket anti-tank jarak pendek Javelin, amunisi artileri dan helikopter.

Persenjataan canggih tersebut akan dikirimkan AS setelah Ukraina memberikan jaminan untuk tidak menggunakannya dalam menyerang target di wilayah Rusia.

Meskipun demikian, langkah AS tersebut memicu peringatan keras Presiden Vladimir Putin yang pada Minggu (5/6), mengingatkan Moskow akan menyerang "target-target" baru yang tidak disebutkan jika Barat memasok rudal tersebut ke Ukraina. Dia mengatakan pengiriman senjata baru ke Ukraina ditujukan untuk "memperpanjang konflik".

Namun usai peringatan Putin tersebut, pemerintah Inggris justru mengumumkan pihaknya akan mengikuti langkah AS dengan mengirim sistem rudal jarak jauh ke Ukraina.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa London telah berkoordinasi erat dengan Washington soal pemberian sistem roket multi-peluncuran, yang dikenal sebagai MLRS, untuk membantu Ukraina mempertahankan diri dari agresi Rusia.

Kementerian menyatakan bahwa peluncur M270 tersebut, yang dapat menyerang target hingga 80 kilometer (50 mil) jauhnya dengan roket berpemandu presisi, akan "memberikan peningkatan kemampuan yang signifikan bagi pasukan Ukraina.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT