ADVERTISEMENT

Ukraina Butuh Bantuan Barat Terus-menerus sampai Rusia Kalah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 06 Jun 2022 14:18 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina memasuki hari ke-100. Alih-alih mendambakan perdamaian, Ukraina justru mengalami kehancuran yang kian parah.
kerusakan di Ukraina akibat serangan Rusia (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Perang antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung lebih dari 100 hari. Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Ganna Malyar menekankan bahwa negara itu membutuhkan dukungan militer terus menerus dari negara-negara Barat sampai mengalahkan pasukan Rusia.

"Kami telah memasuki perang yang berlarut-larut dan kami akan membutuhkan dukungan terus-menerus," kata Ganna Malyar kepada media lokal seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (6/6/2022).

"Barat harus memahami bahwa bantuannya tidak bisa hanya sekali, tetapi sesuatu yang berlanjut sampai kemenangan kami," ujarnya.

AS dan negara-negara Eropa berusaha membantu upaya perang Ukraina tanpa masuk sebagai pihak yang berperang langsung. Mereka telah memasok Ukraina dengan persenjataan modern senilai jutaan dolar AS.

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan minggu ini bahwa senjata jarak jauh sedang dikirim ke Ukraina sebagai bagian dari paket US$ 700 juta, yang mencakup radar pengawasan udara, lebih banyak lagi roket anti-tank jarak pendek Javelin, amunisi artileri dan helikopter.

Senjata jarak jauh yang juga akan dikirim Washington ke Kiev adalah sistem roket artileri mobilitas tinggi, yang dikenal sebagai HIMARS, yang secara bersamaan dapat meluncurkan beberapa rudal berpemandu presisi. HIMARS ini lebih unggul dalam jangkauan dan presisi dibandingkan sistem roket yang ada di Ukraina.

Persenjataan canggih tersebut akan dikirimkan AS setelah Ukraina memberikan jaminan untuk tidak menggunakannya dalam menyerang target di wilayah Rusia. Meskipun demikian, langkah AS tersebut memicu Putin untuk mengeluarkan peringatan keras pada Minggu (5/6).

Putin mengingatkan bahwa Moskow akan menyerang "target-target" baru yang tidak disebutkan jika Barat memasok rudal tersebut ke Ukraina. Dia mengatakan pengiriman senjata baru ke Ukraina ditujukan untuk "memperpanjang konflik".

Lihat juga video 'Ledakan di Kiev saat Rusia Fokus Menyerang Donbas':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT