ADVERTISEMENT

Spanyol Akan Kirim Rudal Antipesawat dan Tank ke Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Jun 2022 17:19 WIB
Smoke rises after missile strikes, as Russias attack on Ukraine continues, in Kyiv, Ukraine June 5, 2022.  REUTERS/Valentyn Ogirenko
Ilustrasi -- Potret ibu kota Kiev di Ukraina yang dihantam rudal Rusia (dok. REUTERS/VALENTYN OGIRENKO)
Madrid -

Pemerintah Spanyol akan mengirimkan pasokan persenjataan berupa rudal antipesawat dan tank tempur Leopard kepada Ukraina yang masih diinvasi pasukan Rusia. Pengiriman senjata ini menjadi bagian dari upaya Spanyol untuk meningkatkan dukungan militer bagi Ukraina.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/6/2022), rencana pengiriman senjata itu dilaporkan oleh surat kabar lokal Spanyol, El Pais, yang mengutip sejumlah sumber pemerintah Spanyol.

Disebutkan juga bahwa Spanyol akan memberikan pelatihan esensial untuk militer Ukraina soal cara menggunakan tank-tank tersebut. Pelatihan itu akan digelar di Latvia, di mana militer Spanyol mengerahkan 500 tentara dalam kerangka kerja operasi Enhanced Advanced Presence NATO.

Pelatihan fase kedua, menurut sumber-sumber yang dikutip El Pais, akan digelar di wilayah Spanyol sendiri.

Laporan El Pais juga menyebut bahwa Kementerian Pertahanan Spanyol tengah menyelesaikan pengiriman rudal antipesawat Shorad Aspide tingkat rendah ke Kiev, yang diganti oleh militer Spanyol dengan sistem yang lebih canggih.

Sejauh ini Spanyol telah mengirimkan pasokan amunisi, peralatan perlindungan individu dan persenjataan ringan ke Ukraina.

Disebutkan oleh sejumlah sumber yang dikutip El Pasi bahwa tawaran peningkatan dukungan dibahas ketika Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez berkunjung ke Ukraina dan bertemu Presiden Volodymyr Zelensky pada 21 April lalu, namun tertunda oleh rumitnya operasi.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Ganna Malyar menekankan negaranya membutuhkan dukungan militer terus menerus dari negara-negara Barat sampai mengalahkan pasukan Rusia.

"Kami telah memasuki perang yang berlarut-larut dan kami akan membutuhkan dukungan terus-menerus," kata Ganna Malyar kepada media lokal seperti diberitakan kantor berita AFP.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT