ADVERTISEMENT

Israel Larang Warganya ke Turki Usai Pembunuhan Kolonel Iran

Tim detikcom - detikNews
Senin, 30 Mei 2022 16:07 WIB
An Ultra-Orthodox Jewish man, wearing a surgical mask due to the COVID-19 coronavirus pandemic, walks past Israeli flags set up in front of a shop ahead of Israels independence day due later in the week, in the centre of Jerusalem, on April 23, 2020. - Israel will celebrate its 72nd Independence Day on April 28-29 under novel coronavirus regulations, with official events and public celebrations cancelled. Israelis are required to wear faces masks when venturing outside in accordance to a governmental directive in order to combat the spread of COVID-19. (Photo by Emmanuel DUNAND / AFP)
Ilustrasi warga Israel (dok. AFP/EMMANUEL DUNAND)
Tel Aviv -

Israel memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke wilayah Turki dalam waktu dekat. Peringatan perjalanan ini berkaitan dengan ancaman balas dendam yang dilontarkan Presiden Iran Ebrahim Raisi, atas pembunuhan seorang Kolonel Garda Revolusi Iran pekan lalu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (30/5/2022), Teheran menyalahkan Israel atas pembunuhan Kolonel Hassan Sayad Khodai, yang ditembak mati di dalam mobilnya oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor pada Minggu (22/5) lalu.

Raisi dalam pernyataannya menegaskan bahwa Iran akan membalaskan kematian Khodai.

Dewan Keamanan Nasional Israel menyatakan bahwa Teheran mungkin ingin membahayakan warga Israel yang ada di Turki dan mengklasifikasikannya sebagai 'negara berisiko tinggi'.

Turki diketahui merupakan tujuan wisata populer bagi warga Israel. Kedua negara itu juga telah memperbaiki hubungan setelah lebih dari satu dekade terakhir diselimuti ketegangan.

Israel menuduh Khodai merencanakan serangan terhadap warganya di seluruh dunia.

Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett, yang mengawasi badan intelijen Mossad, menolak untuk mengomentari pembunuhan Kolonel Garda Revolusi Iran itu.

Namun Bennett menegaskan pada Minggu (29/5) bahwa Teheran akan 'membayar harga penuh' untuk menghasut serangan terhadap warga Israel.

Simak juga 'Detik-detik Bentrokan Palestina dan Israel di Yerusalem':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT