Presiden Ukraina Serukan Barat Setop Main-main dengan Rusia!

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Mei 2022 13:50 WIB
In this image from video provided by the Ukrainian Presidential Press Office, Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy speaks from Kyiv, Ukraine, Tuesday, April 12, 2022. (Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Jakarta -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan Barat untuk berhenti bermain-main dengan Rusia dan menjatuhkan sanksi yang lebih keras untuk mengakhiri "perang tidak masuk akal" di Ukraina. Zelensky pun menegaskan bahwa negaranya akan tetap merdeka.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Sabtu (28/5/2022), kritik Zelensky terhadap Barat telah meningkat dalam beberapa hari terakhir ketika Uni Eropa bergerak lamban menuju kemungkinan embargo minyak Rusia, dan ketika ribuan tentara Rusia mencoba mengepung kota Sievierodonetsk dan Lysychansk di Ukraina timur.

Tiga bulan setelah invasinya ke Ukraina dimulai, Rusia telah menghentikan serangannya di ibu kota Kiev dan berusaha untuk mengkonsolidasikan kendali atas kawasan industri Donbas di Ukraina timur, di mana Putin telah mendukung pemberontakan separatis sejak 2014.

"Ukraina akan selalu menjadi negara merdeka dan tidak akan hancur. Satu-satunya pertanyaan adalah berapa harga yang harus dibayar rakyat kita untuk kebebasan mereka, dan berapa harga yang akan dibayar Rusia untuk perang yang tidak masuk akal ini melawan kita," kata Zelensky dalam pidato pada hari Kamis (26/5) larut malam waktu setempat.

"Peristiwa bencana yang sedang berlangsung masih bisa dihentikan jika dunia memperlakukan situasi di Ukraina seolah-olah menghadapi situasi yang sama, jika kekuatan yang ada tidak bermain-main dengan Rusia tetapi benar-benar mendesak untuk mengakhiri perang," cetus Zelensky.

Dia mengeluh tentang ketidaksepakatan di dalam Uni Eropa soal lebih banyak sanksi terhadap Rusia, dan bertanya mengapa beberapa negara diizinkan untuk memblokir rencana tersebut.

Uni Eropa saat ini sedang membahas putaran keenam tindakan hukuman, termasuk embargo impor minyak Rusia. Ini membutuhkan kebulatan suara, tetapi Hungaria menentang gagasan itu dengan alasan bahwa ekonominya akan terlalu menderita.

Lihat Video: Militer Rusia Bombardir Kharkiv

[Gambas:Video 20detik]