Akui Kesalahan Penanganan Penembakan di SD, Polisi Texas Minta Maaf

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 28 Mei 2022 05:32 WIB
Aksi penembakan di SD kawasan Texas, AS, menewaskan 21 orang. Insiden itu sebabkan sejumlah anak dievakuasi sementara polisi jaga ketat lokasi kejadian.
Foto: Kondisi di Lokasi Penembakan SD Texas yang Tewaskan 21 Orang (Reuters )
Uvalde -

Kepala Keamanan Publik Texas mengakui polisi melakukan kesalahan saat menangani tragedi penembakan di sekolah dasar (SD) Robb, di Uvalde, Texas, Amerika Serikat (AS). Dalam kejadian tersebut, 19 anak dan dua guru meninggal dunia usai seorang remaja 18 tahun menembak mereka.

Dilansir dari AFP, pada Sabtu (28/5/2022), Kepala Keamanan Publik Texas menyatakan keputusan yang salah bagi polisi karena tidak segera menerobos ruang kelas. Di mana, lokasi itu menjadi tempat pria bersenjata membunuh murid dan guru SD Robb.

"Dari keuntungan melihat ke belakang ... itu adalah keputusan yang salah, titik," ucap Direktur Departemen Keamanan Publik Texas Steven McCraw mengatakan pada konferensi pers di mana dia diserang oleh pertanyaan mengapa polisi menunggu cadangan taktis sebelum masuk.

"Dari apa yang kami ketahui, kami yakin seharusnya ada entri sesegera mungkin," kata McCraw.

"Jika saya pikir itu akan membantu, saya akan meminta maaf," katanya.

Polisi di kota Texas mendapat kecaman keras sejak tragedi Selasa (24/5) tentang mengapa butuh satu jam untuk menetralisir pria bersenjata itu, yang dibarikade di dalam ruang kelas di SD Robb.

McCraw sekali lagi berusaha menjelaskan urutan kejadian. Dia mengatakan komandan di tempat kejadian percaya pada saat tersangka Salvador Ramos dibarikade sendirian di dalam kelas, tidak meninggalkan korban selamat.

"Saya tidak membela apa pun, tetapi Anda kembali ke garis waktu, ada rentetan, ratusan peluru dipompa dalam empat menit, oke, ke dua ruang kelas itu," kata McCraw.

"Setiap penembakan setelah itu terjadi secara sporadis dan terjadi di depan pintu. Jadi kepercayaannya adalah bahwa mungkin tidak ada orang yang hidup lagi dan bahwa subjek sekarang berusaha untuk menjaga penegakan hukum atau membujuk mereka untuk bunuh diri melalui kontak."

McCraw secara terpisah mengatakan kepada wartawan, bagaimanapun, bahwa panggilan 911 diterima pada 12:16. Saat itu dilaporkan delapan atau sembilan anak masih hidup. Pintu akhirnya dibobol pada pukul 12:50.

Saksikan juga Viral: Mantan Personel JKT48, Kini Jual Nasi Bakar Ludes 150 Porsi Dalam Sehari

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)