Pebisnis Asing Tinggalkan Rusia, Putin Malah Bahagia

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 20:01 WIB
Russian President Vladimir Putin greets people after his speech at the concert marking the eighth anniversary of the referendum on the state status of Crimea and Sevastopol and its reunification with Russia, in Moscow, Russia, Friday, March 18, 2022. (Ramil Sitdikov/Sputnik Pool Photo via AP)
Vladimir Putin (Foto: AP/Ramil Sitdikov)
Moskow -

Sejumlah perusahaan asing meninggalkan Rusia gara-gara invasi ke Ukraina. Namun, kondisi itu malah membuat Presiden Rusia Vladimir Putin bahagia.

Dilansir Reuters, Jumat (27/5/2022), Putin bahagia saat perusahaan asing ramai-ramai angkat kaki karena berharap bisnis dalam negeri bisa menggantikan perusahaan-perusahaan asing itu.

Dia kemudian memperingatkan negara-negara Barat bahwa Moskow masih akan mencari cara untuk mendapatkan teknologi canggih dan barang-barang mewah. Putin juga mengklaim operasi militer ke Ukraina sebagai titik balik dalam sejarah Rusia.

Dia menyebutnya sebagai pemberontakan Moskow terhadap Amerika Serikat (AS). Dia menuduh AS telah mempermalukan Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet tahun 1991 silam.

Konflik dan upaya Barat untuk mengisolasi Rusia sebagai hukuman telah menghambat pertumbuhan ekonomi global. Kondisi itu kemudian memicu gelombang inflasi ketika harga gandum, minyak goreng, pupuk dan energi melambung tinggi.

Sejak perang terjadi, sejumlah investor asing utama -- mulai dari BP hingga Korporasi McDonald's -- memutuskan keluar dari wilayah Rusia. Mereka angkat kaki saat perekonomian Moskow menghadapi kontraksi terburuk sejak runtuhnya Soviet.

"Terkadang ketika Anda melihat mereka yang pergi -- bersyukur, mungkin? Kita akan menduduki ceruk mereka: bisnis kita, produksi kita -- itu telah berkembang, dan itu akan dengan aman di lapangan yang dipersiapkan mitra-mitra kita," ucap Putin.

Putin yang berbicara lewat sambungan video kepada para pemimpin negara-negara bekas Soviet menyindir bahwa kemewahan seperti Mercedes yang disukai para bandit di tengah kekacauan pasca-Soviet masih akan tersedia. Namun, dia mengakui kendaraan itu mungkin akan sedikit lebih mahal.

"Itu akan sedikit lebih mahal bagi mereka tapi ini adalah orang-orang yang sudah mengendarai Mercedes 600 dan mereka masih akan melakukannya. Saya bisa meyakinkan Anda bahwa mereka akan membawanya masuk dari mana saja, dari negara manapun," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat Video: Fase Baru Invasi Rusia, Totalitas Kuasai Jantung Industri Lama

[Gambas:Video 20detik]