Macron Minta Erdogan Hormati Keputusan Finlandia-Swedia Gabung NATO

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 15:19 WIB
Presiden AS Joe Biden dan sejumlah pemimpin negara Eropa hadiri rapat yang digelar di Belgia. Dalam rapat itu, mereka membahas invasi Rusia ke Ukraina.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk "menghormati pilihan berdaulat" Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO.

Macron berharap untuk mencegah Ankara memveto permintaan kedua negara untuk bergabung dengan pakta pertahanan trans-Atlantik tersebut.

Sebelumnya pada hari Rabu (25/5), pemerintah Turki mengingatkan bahwa proses masuk NATO untuk Swedia dan Finlandia tidak akan bergerak maju kecuali mereka mengatasi masalah keamanan Ankara, yang mengacu ke simpati mereka terhadap kelompok militan Kurdi.

"Presiden menggarisbawahi perlunya menghormati pilihan berdaulat kedua negara ini, yang muncul dari proses demokrasi dan sebagai reaksi terhadap perubahan lingkungan keamanan mereka," demikian pernyataan kantor Macron usai panggilan telepon dengan Erdogan seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (27/5/2022).

"Dia mengatakan dia berharap pembicaraan akan menemukan solusi dengan cepat," imbuh kantor Macron.

Swedia dan Finlandia mengajukan permintaan mereka untuk bergabung dengan NATO minggu lalu, setelah dukungan politik dan publik untuk keanggotaan melonjak setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Tapi Turki, anggota NATO, sedang berusaha keras untuk menggagalkan upaya kedua negara itu karena setiap keanggotaan harus disetujui dengan suara bulat oleh semua anggota aliansi militer.

Turki menuduh Swedia secara khusus menyediakan tempat perlindungan bagi kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, yang dinyatakan sebagai kelompok teror oleh Turki dan sekutu-sekutu Baratnya.

Erdogan juga mempertimbangkan operasi militer baru di Suriah utara yang bertujuan menghancurkan para petempur Kurdi di Suriah, yang membantu kampanye pimpinan Amerika Serikat melawan kelompok ISIS.

(ita/ita)