ADVERTISEMENT

Butuh 1 Jam Tembak Mati Pelaku Penembakan di Texas, Warga Marah!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 10:31 WIB
Aksi penembakan di SD Robb, Uvalde, Texas, menewaskan 21 orang, termasuk anak-anak. Bunga hingga boneka diletakkan di luar sekolah sebagai lambang duka cita.
Bunga hingga boneka hiasi lokasi penembakan massal di SD Robb, Uvalde, Texas, AS (AP Photo/Jae C. Hong)

Daniel Meyer dan istrinya, Matilda, yang sama-sama berprofesi sebagai pendeta menuturkan kepada AFP bahwa mereka melihat para orang tua panik saat polisi tampaknya sedang menunggu bala bantuan sebelum masuk gedung sekolah.

"Para orang tua putus asa. Salah satu anggota keluarga, dia berkata: 'Saya pernah di militer, beri saya senjata, saya akan masuk. Saya tidak akan ragu-ragu. Saya akan masuk,"ujarnya.

Menghadapi pertanyaan soal lambatnya respons polisi, Victor Escalon dari Departemen Keselamatan Publik Texas menyebut para penyidik masih berupaya mengumpulkan informasi dan fakta soal apa yang sebenarnya terjadi.

Disebutkan Escalon bahwa usai menembak neneknya sendiri, pelaku yang didentifikasi sebagai Salvador Ramos (18) menabrakkan kendaraannya di dekat SD Robb, melepas tembakan ke arah orang yang melintas di lokasi, kemudian masuk melalui pintu sekolah yang tidak dikunci.

Escalon menyebut petugas kepolisian tiba di lokasi beberapa menit kemudian, namun tertahan oleh adanya suara tembakan dan meminta bantuan. Tim taktis termasuk para agen Patroli Perbatasan AS memasuki gedung sekolah dan menembak mati pelaku 'sekitar 1 jam kemudian'.

Untuk sementara waktu, sebut Escalon, para petugas kepolisian mengevakuasi para siswa dan guru, dan gagal berupaya melakukan negosiasi dengan pelaku yang menyandera mereka dengan senapan.

Dalam penjelasannya, Escalon membantah informasi yang menyebut pelaku sempat dihadang oleh petugas sekolah, dan menyatakan tidak ada petugas bersenjata di lokasi ketika serangan terjadi.

Kepala Kepolisian Uvalde, Daniel Rodriguez, dalam pernyataan menanggapi kontroversi yang ada menegaskan: "Petugas merespons dalam beberapa menit."

"Saya memahami pertanyaan yang muncul mengenai detail apa yang terjadi. Saya tahu jawabannya tidak akan datang cukup cepat selama masa-masa sulit ini," ucapnya.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT