AS Kutuk Keras Peluncuran Rudal Korea Utara, Desak Dialog

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 13:09 WIB
People watch a TV screen showing a news program reporting about North Koreas missile launch with file image, at a train station in Seoul, South Korea, Wednesday, May 25, 2022. North Korea launched three ballistic missiles toward the sea on Wednesday, its neighbors said, hours after President Joe Biden wrapped up his trip to Asia where he reaffirmed U.S. commitment to defend its allies in the face of the Norths growing nuclear threat. (AP Photo/Lee Jin-man)
Tayangan televisi Korsel menunjukkan berita peluncuran rudal Korut pada Rabu (25/5) waktu setempat (AP Photo/Lee Jin-man)
Washington DC - Amerika Serikat (AS) mengecam keras Korea Utara (Korut) yang baru saja meluncurkan tiga rudal balistik dari wilayahnya. Otoritas AS menyerukan kepada Pyongyang untuk memilih dialog.

"Amerika Serikat mengutuk peluncuran sejumlah rudal balistik DPRK," tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS, menggunakan nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea, seperti dilansir AFP, Rabu (25/5/2022).

"Kami menyerukan kepada DPRK untuk menahan diri dari provokasi lebih lanjut dan terlibat dalam dialog berkelanjutan dan substantif," imbuh juru bicara itu.

Peluncuran rudal Korut itu dilakukan berhari-hari setelah AS melontarkan peringatan publik bahwa Korut mungkin menguji coba rudal atau bom nuklir di tengah kunjungan Presiden Joe Biden ke Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyebut peluncuran rudal balistik yang dilakukan Korut itu merupakan 'pelanggaran terhadap banyak resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa dan menjadi ancaman bagi kawasan tersebut'.

Penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan, juga mengutuk peluncuran rudal Korut itu dalam percakapan telepon dengan mitranya di Korsel, Kim Sung-Han, beberapa saat setelah dia kembali ke Washington DC bersama Biden.

"Mereka berdua mengutuk uji coba rudal balistik DPRK yang memicu destabilisasi dan berkomitmen untuk terus membangun koordinasi yang erat," sebut Gedung Putih dalam pernyataannya.

Sesuai dengan penilaian Korsel, Gedung Putin menyebut ada tiga rudal yang diluncurkan Korut pada Rabu (25/5) pagi waktu setempat. Korsel mencurigai salah satu rudal itu merupakan jenis rudal balistik antarbenua (ICBM).

Pemerintahan Biden berulang kali menyerukan dialog dengan Korut, kemungkinan di level diplomat, namun tidak melihat respons antusias dari Pyongyang. (nvc/idh)