Rencanakan Pembunuhan, Shihab Sudah Intai Rumah George W Bush

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 07:23 WIB
(FILES) In this file photo former US President George W. Bush speaks for his brother and Republican presidential candidate Jeb Bush during a campaign rally in Charleston, South Carolina, February 15, 2016. - Former US president George W. Bush said he has been watching the Talibans lightning takeover of Kabul
Mantan Presiden AS, George W Bush. (AFP/JIM WATSON)
Jakarta -

Pria Irak yang merencanakan pembunuhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush diketahui bernama Shihab Ahmed Shihab. Sebelum ditangkap aparat setempat, Shihab sudah mondar-mandir di kawasan kediaman George W Bush.

Shihab tinggal di Columbus, Ohio. Dilansir AFP, status Shihab masih mencari suaka politik setelah masuk ke AS pada September 2020 dan visa kunjungannya habis pada Maret tahun lalu.

Dilansir CNN, Rabu (25/5/2022), Shihab diduga bersekongkol untuk mencoba membunuh George W Bush. Dokumen pengadilan yang diperoleh CNN mendeskripsikan bahwa Shihab sudah menjalankan pengintaian, termasuk mengendarai mobil di kawasan rumah George G Bush, di Dallas. Namun akhirnya, Shihab tertangkap juga.

"Presiden Bush percaya pada Dinas Rahasia Amerika Serikat dan penegakan hukum kita serta komunitas intelijen," kata kepala staf Bush, Freddy Ford.

Dia telah membuat pernyataan tertulis yang sah kepada FBI di pengadilan federal daerah Columbus, Ohio. Shihab hendak membunuh Bush karena Bush telah melancarkan invasi ke Irak pada 2003.

"Karena mereka merasa dia bertanggung jawab terhadap pembunuhan banyak orang Irak dan memecah belah negara Irak," demikian pernyataan tertulis mengenai Shihab.

Selain itu, dia juga diduga melanggar aturan imigrasi karena berencana membawa masuk orang asing ke dalam AS secara ilegal. Shihab mengatakan kepada FBI bahwa dia juga hendak menyelundupkan setidaknya empat orang Irak lagi ke AS. Caranya, menyelundupkan lewat perbatasan Meksiko.

Dari empat orang yang hendak dia selundupkan, dua di antaranya adalah tim pemukul yang merupakan mantan intelijen Irak. Dua orang lainnya adalah anggota ISIS atau kelompok garis keras berbasis di Qatar bernama 'Al Raed'.

Shihab sendiri mengaku sebagai sepupu Abu Bakar Al Baghdadi pemimpin ISIS. Shihab mengaku sudah membunuh orang-orang AS pada tahun-tahun invasi di masa lalu. Akhirnya Shihab ditangkap pada Selasa (24/5) waktu setempat.

Lihat juga video 'Irak Perkuat Perbatasan dengan Suriah, Cegah Infiltrasi ISIS':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dwia)