Israel Gagalkan Rencana Hamas Bunuh Anggota Parlemen Yahudi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 16:47 WIB
A child weaves between columns of Hamas militants as they parade through the streets for Bassem Issa, a top Hamas commander, who was killed by Israeli Defense Force military actions prior to a cease-fire reached after an 11-day war between Gazas Hamas rulers and Israel, in Gaza City, Saturday, May 22, 2021. (AP Photo/John Minchillo)
Ilustrasi -- Anggota kelompok Hamas (dok. AP/John Minchillo)
Tel Aviv -

Dinas keamanan internal Israel, Shin Bet, mengklaim berhasil menggagalkan rencana sel kelompok Hamas untuk menyerang sejumlah target Israel. Salah satunya rencana pembunuhan seorang anggota parlemen Yahudi beraliran sayap kanan jauh yang kontroversial.

Seperti dilansir AFP, Selasa (24/5/2022), Shin Bet dalam pernyataannya menyebut lima anggota Hamas dari Yerusalem Timur berencana membunuh seorang anggota parlemen bernama Itamar Ben-Gvir, mengebom jaringan light rail di Yerusalem dengan sebuah drone dan menculik sejumlah tentara Israel.

Satu dari lima anggota Hamas, yang ditangkap pada April lalu, disebut telah 'membentuk jaringan aktivis di Yerusalem yang bertujuan mengganggu perdamaian di Yerusalem Timur dan Temple Mount selama bulan Ramadan'. Temple Mount merupakan sebut warga Israel untuk kompleks Masjid Al-Aqsa.

Bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa pada April lalu menewaskan satu warga Palestina dan melukai nyaris 300 orang, yang sebagian besar warga Palestina.

Disebutkan Shin Bet bahwa lima anggota Hamas itu juga terlibat dalam kerusuhan di kompleks Masjid Al-Aqsa saat itu.

Shin Bet juga menyatakan bahwa pihaknya menyita sebuah drone yang dicurigai akan digunakan dalam plot serangan bom. Beberapa tersangka yang ditangkap juga menjalani latihan tembak.

Kementerian Kehakiman Israel telah menjeratkan dakwaan terhadap Rashid Rishq, Mohammad Salaymeh dan Hamzah Abu-Nab. Dakwaan yang dijeratkan mencakup dakwaan pembunuhan dan penculikan, berkonspirasi untuk mengebom, keanggotaan organisasi teror, menyerang polisi dan mengganggu perdamaian.

Dua orang lainnya, Sofian Aljouni dan Mansour Safdi, akan didakwa segera.