Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina dalam Bentrokan di Tepi Barat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 09:50 WIB
Ilustrasi penembakan tentara Israel
Ilustrasi (dok. Zaki Alfarabi/detikcom)
Tepi Barat -

Seorang remaja Palestina dilaporkan tewas usai terkena tembakan tentara Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Penembakan terjadi saat bentrokan pecah di kamp pengungsi Jenin yang ada di Tepi Barat pada Sabtu (21/5) pagi.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (21/5/2022), Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan bahwa remaja yang tewas ditembak itu baru berusia 17 tahun. Satu orang lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan yang sama.

"Seorang anak laki-laki berusia 17 tahun tewas dan satu orang lainnya yang berusia 18 tahun mengalami luka kritis akibat peluru-peluru pasukan pendudukan Israel dalam agresinya di Jenin," sebut Kementerian Kesehatan Palestina dalam pernyataannya.

Kamp pengungsi Jenin diketahui menjadi titik rawan konflik di tengah ketegangan terkini menyusul gelombang serangan di Israel yang menewaskan total sedikitnya 19 orang sejauh ini.

Pekan lalu, sekitar 13 warga Palestina mengalami luka-luka dalam operasi penyerbuan pasukan Israel di kamp tersebut, di mana satu anggota komando Israel dan satu warga Palestina juga tewas. Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett mengidentifikasi anggota komando Israel yang tewas sebagai Noam Raz.

Sementara warga Palestina yang tewas diidentifikasi sebagai Daoud al-Zubaidi, yang merupakan saudara laki-laki dari Zakaria al-Zubaidi, yang memimpin sayap bersenjata gerakan Fatah yang dipimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan sempat kabur dari penjara Israel tahun lalu.

Penyerbuan pasukan Israel itu terjadi beberapa jam sebelum tindak kekerasan pecah di prosesi pemakaman wartawan Al Jazeera, Shireen Abu Aqleh, yang tewas saat meliput penyerbuan tentara Israel lainnya di Jenin pekan lalu.

Saat jenazah Abu Aqleh hendak diarak menuju lokasi pemakaman, polisi Israel menyerbu kompleks rumah sakit di Yerusalem yang menjadi lokasi prosesi pemakaman itu. Aksi polisi Israel itu memicu kemarahan internasional.

(nvc/idh)