Bentrok di Pangkalan Militer Burkina Faso, 5 Tentara-30 Jihadis Tewas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 03:05 WIB
Penembak menembak sasaran. rengga sancaya/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi (Foto: Rengga Sancaya)
Ouagadougou - Sebanyak 5 tentara dan 30 'teroris' tewas dalam pertempuran di Burkina Faso bagian utara. Pertempuran terjadi setelah para jihadis menyerang sebuah pangkalan militer.

Dilansir AFP, Minggu (22/5/2022), militer Burkina Faso mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan di Bourzanga, sebuah kota di wilayah utara telah menanggung beban pemberontakan jihadis. Pasukan kemudian merespons keras serangan jihadis itu.

"Membalas dengan keras terhadap serangan di pangkalan pada hari Sabtu", kata militer dalam sebuah pernyataan.

Militer mengatakan para penyerang adalah "teroris yang datang dalam jumlah yang sangat besar" dan bersenjata lengkap.

Sementara itu, lima tentara tewas dalam pertempuran itu. Sebanyak 10 tentara lainnya terluka.

"Jumlah korban sementara setidaknya 30 teroris tewas," tuturnya seraya menambahkan bahwa yang lainnya terluka.

Markas militer menekankan bahwa musuh harus mundur. Sebab militer melakukan serangan dari darat dan udara.

"(Musuh) harus mundur dalam menghadapi daya tembak (pasukan di darat dan intervensi angkatan udara), jelasnya.

Beberapa penyerang bergabung dengan penduduk sipil untuk melarikan diri dari militer. Mereka meninggalkan senjata, sepeda motor dan peralatan komunikasi.

Militer mengatakan bahwa pasukan Burkina Faso juga menyita kendaraan lapis baja dan truk pickup bersenjata yang digunakan oleh para penyerang.

Burkina Faso telah digempur oleh serangan jihadis sejak 2015, dengan gerakan yang terkait dengan Al-Qaeda dan kelompok Negara Islam. Lebih dari 2.000 orang tewas dan 1,8 juta mengungsi.

Pada hari Kamis, 11 tentara tewas dalam serangan yang diduga jihadis di Burkina Faso timur.

Kepala negara baru, Letnan Kolonel Paul-Henri Sandaogo Damiba, mengatakan dia telah menjadikan krisis keamanan sebagai 'prioritasnya'.

Damiba menggulingkan presiden terpilih Roch Marc Christian Kabore pada Januari, menuduhnya tidak efektif dalam menghadapi kekerasan jihadis.

Simak juga 'Usai Kudeta Presiden, Pimpinan Militer Burkina Faso Minta Bantuan Internasional':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)