Rusia Klaim Hancurkan Pasokan Besar Senjata Barat untuk Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 17:47 WIB
Pasukan Ukraina merebut kembali sebagian besar kawasan Irpin di pinggiran kota Kyiv usai pertempuran sengit melawan Rusia. Lantas seperti apa kondisi di sana?
Ilustrasi -- Kehancuran di wilayah Ukraina akibat invasi militer Rusia (dok. REUTERS/STRINGER)
Moskow -

Rusia mengklaim pasukan militernya telah menghancurkan pengiriman pasokan besar persenjataan dari negara-negara Barat di wilayah Ukraina bagian barat laut. Pasokan persenjataan Barat itu disebut berhasil dihancurkan dengan rudal jarak jauh.

"Rudal Kalibr jarak jauh yang berbasis di lautan dengan presisi tinggi telah menghancurkan sejumlah besar persenjataan dan peralatan militer di dekat stasiun kereta api Malin di wilayah Zhytomyr, yang dikirimkan dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa," klaim Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (21/5/2022).

Disebutkan juga oleh Kementerian Pertahanan Rusia bahwa persenjataan itu ditujukan untuk pasukan militer Ukraina di wilayah Donbas, yang sebagian wilayahnya dikuasai separatis pro-Moskow sejak tahun 2014.

Wilayah Donbas kini menjadi lokasi pertempuran sengit antara pasukan Rusia dan Ukraina.

Rusia mengirimkan pasukan militernya ke Ukraina sejak 24 Februari lalu, dalam misi yang disebut sebagai 'operasi militer khusus' untuk 'mende-Nazifikasi' Ukraina dan melindungi warga yang berbahasa Rusia di negara itu.

Negara-negara Barat diketahui mengirimkan pasokan senjata, yang mencakup artileri, rudal antipesawat, senjata antitank dan senjata kuat lainnya, ke Ukraina. Namun otoritas di Kiev terus mendorong negara-negara sekutunya untuk memberikan lebih banyak dukungan.

Belum ada tanggapan resmi dari otoritas Ukraina terkait klaim Rusia soal penghancuran pasokan senjata Barat itu.

(nvc/idh)