Ribuan Warga Beijing Dipaksa Jalani Karantina Meski Negatif COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 15:22 WIB
People line up outside a makeshift nucleic acid testing site during a mass testing for the coronavirus disease (COVID-19) in Haidian district of Beijing, China April 26, 2022. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
Tes Corona massal di Beijing, China (dok. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Beijing -

Ribuan warga Beijing di China dipindahkan secara paksa ke hotel-hotel karantina meskipun hasil tes mereka menunjukkan negatif virus Corona (COVID-19). Langkah ekstrem ini dilakukan otoritas Beijing setelah mendeteksi lebih dari 20 penularan baru Corona dalam beberapa hari terakhir.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (21/5/2022), ibu kota Beijing berjuang melawan wabah Corona terburuk sejak pandemi mencuat dua tahun lalu. Varian Omicron yang sangat mudah menular tercatat telah menginfeksi lebih dari 1.300 orang sejak akhir April, yang membuat restoran, sekolah dan tujuan wisata setempat ditutup.

Strategi yang dipegang teguh China untuk mencapai nol kasus Corona diketahui mencakup penutupan perbatasan secara ketat, karantina panjang, tes Corona massal dan lockdown terarah.

Lebih dari 13.000 warga di kompleks perumahan Nanxiyuan yang kini ada di bawah lockdown, dilaporkan telah direlokasi ke sejumlah hotel karantina sejak Jumat (20/5) waktu setempat. Relokasi ribuan warga sekaligus itu dilakukan setelah otoritas setempat mendeteksi 26 kasus baru Corona dalam beberapa hari terakhir.

"Para pakar telah menetapkan bahwa seluruh warga Nanxiyuan menjalani karantina terpusat mulai tengah malam 21 Mei selama tujuh hari," jelas otoritas distrik Chaoyang dalam pernyataannya pada Jumat (20/5).

"Tolong bekerja sama lah, jika tidak Anda akan menanggung konsekuensi hukum yang sesuai," imbuh pernyataan tersebut.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan ratusan warga yang membawa koper tampak mengantre di tengah kegelapan untuk menaiki bus-bus yang parkir di luar kompleks permukiman tersebut.

Lihat juga Video: China Siap Beri Bantuan Penuh ke Korut yang Kini Diterjang Covid-19

[Gambas:Video 20detik]