Cara China Dipakai Korut untuk Tangkal COVID Usai 21 Warga Meninggal

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 20:02 WIB
Kim Jong Un said he would strengthen and develop North Koreas nuclear weapons in a speech at a military parade in Pyongyang, state media reported STR KCNA VIA KNS/AFP/File
Pemimpin Korut Kim Jong-Un (Foto: STR/KCNA VIA KNS/AFP/File)
Pyongyang -

Korea Utara (Korut) pada pekan ini mengumumkan kasus pertama COVID-19 usai 2 tahun bertahan mencegah pandemi. Terkini, Korut mengkonfirmasi 21 kematian warga akibat COVID-19.

Korut mengkonfirmasi kasus pertama COVID-19 dua hari lalu atau pada Kamis (12/5). Usai dilaporkan 21 kasus kematian akibat COVID-19, Korut akan mengikuti model manajemen penyakit yang dilakukan China.

"Adalah baik untuk secara aktif belajar dari kesuksesan dan pengalaman anti-epidemi yang maju dan kaya dari partai dan orang-orang China dalam perjuangan melawan epidemi berbahaya," kata pemimpin Korut, Kim Jong-Un, seperti dilaporkan media resmi Korut, KCNA, sebagaimana dilansir kantor berita AFP, Sabtu (14/5/2022)

Korut sebelumnya telah menolak tawaran vaksin Corona dari China, serta dari skema Covax Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Pada Kamis (12/5), pihak Beijing mengatakan bersedia membantu Pyongyang. Korea Selatan juga mengumumkan pada hari Jumat (13/5) bahwa pihaknya dapat mengirim vaksin Corona ke Korea Utara -- jika rezim Kim mau menerimanya.

China, satu-satunya negara besar dunia yang masih mempertahankan kebijakan nol-COVID, saat ini sedang memerangi beberapa wabah Omicron - dengan beberapa kota besar, termasuk pusat keuangan Shanghai, saat ini berada di bawah lockdown.

Korut Lockdown Nasional Usai Konfirmasi Kasus COVID-19

Korea Utara mengkonfirmasi virus Corona varian Omicron yang sangat menular telah terdeteksi di ibu kota Pyongyang pada Kamis (12/5). Kim Jong Un pun memerintahkan lockdown secara nasional.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.