Erdogan Keberatan Finlandia-Swedia Masuk NATO, Ini Kata AS

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 14:40 WIB
President of Turkey Recep Tayyip Erdogan makes a statement after chairing the cabinet meeting in Ankara, on December 14, 2020. (Photo by Adem ALTAN / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan keberatan terhadap Finlandia dan Swedia yang berencana untuk bergabung dengan NATO. Pemerintah Amerika Serikat memberikan tanggapan atas penolakan Turki itu.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (14/5/2022), juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan bahwa Washington tengah "bekerja untuk mengklarifikasi posisi Turki tersebut".

Psaki menyebut bahwa rencana kedua negara untuk menjadi anggota aliansi militer transatlantik itu telah mendapat "dukungan luas dari negara-negara anggota NATO."

Senada dengan Psaki, juru bicara Pentagon, John Kirby juga mengatakan Amerika Serikat sedang bekerja untuk "lebih memahami" sikap Ankara.

"Turki adalah sekutu NATO yang berharga; itu tidak berubah. Mereka telah terlibat dan membantu dalam mencoba untuk membuat dialog antara Rusia dan Ukraina, dan mereka telah memberikan bantuan ke Ukraina. Jadi tidak ada yang berubah tentang posisi mereka di aliansi NATO," ujar Kirby.

Sebelumnya, Erdogan mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat (13/5) bahwa "kami tidak memiliki pendapat positif" tentang kedua negara yang akan bergabung dengan NATO itu. Erdogan menuduh Finlandia dan Swedia menyembunyikan organisasi-organisasi teroris.

"Kami tidak memiliki pendapat positif," kata Erdogan kepada para wartawan di Istanbul pada Jumat (13/5) waktu setempat.

"Negara-negara Skandinavia seperti wisma bagi organisasi-organisasi teror," cetusnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (14/5/2022).

Simak Video 'Finlandia Ingin Gabung NATO, Putuskan Hubungan dengan Rusia':

[Gambas:Video 20detik]