Finlandia Umumkan Akan Gabung NATO, Rusia Ancam Konsekuensi!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 09:15 WIB
(FILES) This file photo taken on February 24, 2022 shows Finlands President Sauli Niinist (R) and Finlands Prime Minister Sanna Marin addressing a press conference on Russias invasion of Ukraine in Helsinki, Finland. - Finnish President Sauli Niinisto and Prime Minister Sanna Marin on May 12, 2022 expressed their support for NATO membership.
Presiden Finlandia Sauli Niinisto (kanan) dan PM Finlandia Sanna Marin saat mengumumkan dukungan bagi Finlandia bergabung NATO (AFP/MARKKU ULANDER)
Moskow -

Finlandia semakin dekat untuk bergabung dengan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah Presiden Sauli Niinisto dan Perdana Menteri (PM) Sanaa Marin mengumumkan dukungan untuk keanggotaan NATO. Hal tersebut menuai reaksi keras dari Rusia yang berbatasan langsung dengan Finlandia.

Seperti dilansir CNN, Jumat (13/5/2022), Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia dalam responsnya menyebut langkah Finlandia akan menjadi ancaman bagi Moskow dan memperingatkan adanya aksi balasan.

Pernyataan dukungan dari Niinisto dan Marin sudah diperkirakan sebelumnya, terutama setelah pemerintah Finlandia baru-baru ini menyerahkan laporan kepada parlemen soal keamanan nasional yang isinya menguraikan jalan untuk bergabung aliansi NATO sebagai salah satu opsi.

"Keanggotaan NATO akan memperkuat keamanan Finlandia. Sebagai anggota NATO, Finlandia akan memperkuat seluruh aliansi pertahanan. Finlandia harus mendaftar keanggotaan NATO tanpa penundaan. Kami berharap langkah-langkah nasional masih diperlukan untuk membuat keputusan ini, yang akan diambil dengan cepat dalam beberapa hari ke depan," demikian bunyi pernyataan gabungan Niinisto dan Marin.

Kementerian Luar Negeri Rusia dalam tanggapannya menyebut pernyataan yang dirilis Finlandia itu menandai 'perubahan radikal dalam kebijakan luar negeri' negara tersebut. Kementerian Luar Negeri Rusia juga memperingatkan adanya tindakan balasan terhadap Finlandia.

"Helsinki harus menyadari tanggung jawab dan konsekuensi dari tindakan semacam itu," tegas Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya.

Disebutkan Kementerian Luar Negeri Rusia bahwa bergabungnya Finlandia dengan NATO akan memicu kerusakan serius pada hubungan bilateral kedua negara, yang selama ini menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Eropa Utara.

"Rusia akan dipaksa mengambil langkah-langkah balasan, baik yang bersifat teknis militer dan lainnya, demi menghentikan ancaman terhadap keamanan nasionalnya yang muncul terkait hal ini," cetus Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan.

Simak juga video 'Dikepung Tentara Rusia, Batalion Azov di Pabrik Azovstal Enggan Menyerah':

[Gambas:Video 20detik]