PBB: Pemboman Sekolah di Perang Ukraina Harus Dihentikan!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 01:44 WIB
An Ukrainian firefighter works near a destroyed building on the outskirts of Odesa, Ukraine, Tuesday, May 10, 2022. The Ukrainian military said Russian forces fired seven missiles a day earlier from the air at the crucial Black Sea port of Odesa, hitting a shopping center and a warehouse. (AP Photo/Max Pshybyshevsky)
Ilustrasi (Foto: AP Photo/Max Pshybyshevsky)
Jakarta -

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak agar pemboman sekolah-sekolah di Ukraina harus dihentikan. PBB juga mengecam sekolah digunakan untuk fasilitas militer.

"Ratusan sekolah di seluruh negeri dilaporkan terkena artileri berat, serangan udara dan senjata peledak lainnya di daerah berpenduduk," kada wakil direktur eksekutif dana anak-anak PBB, Omar Abdi, kepada dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, seperti dilansir AFP, Jumat (13/4/2022).

"Serangan ini harus dihentikan," kata Abdi.

Abdi mengatakan hingga pekan lalu, dari 89 sekolah yang didukung UNICEF di Ukraina timur, satu dari enam telah 'rusak atau hancur' sejak invasi Rusia pada 24 Februari. Dia menyebut sekolah lainnya di Ukraina juga digunakan untuk kebutuhan militer.

"Sekolah lain digunakan sebagai pusat informasi, tempat penampungan, pusat pasokan, atau untuk tujuan militer - dengan dampak jangka panjang pada kembalinya anak-anak ke pendidikan," tambahnya.

Pertemuan Dewan Keamanan diadakan atas permintaan Meksiko dan Prancis, yang menekankan bahwa serangan terhadap sekolah merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter.

"Tentara Rusia terus membunuh warga sipil, termasuk anak-anak," tuduh duta besar Prancis untuk PBB, Nicolas de Riviere.

Timpalannya dari Rusia Vassily Nebenzia menolak apa yang disebutnya "tuduhan tidak masuk akal" terhadap angkatan bersenjata Moskow. Dia mengatakan Rusia memberikan dukungan kemanusiaan kepada anak-anak di wilayah Donbas timur di mana ia menuduh Ukraina mengobarkan "perang saudara melawan rakyatnya sendiri."

Sementara itu, Duta Besar Kyiv Sergiy Kyslytsya mendesak PBB untuk meningkatkan upaya untuk menyatukan kembali anak-anak Ukraina yang terpisah dari orang tua mereka melalui pertempuran. Dia juga mengulangi tuduhan bahwa Rusia 'menculik' anak-anak Ukraina yang terperangkap dalam konflik.

"Setelah pemindahan paksa ke Rusia, mereka diadopsi secara ilegal oleh warga Rusia," katanya.

(lir/lir)