Pertama Kali, Warga Sipil Rusia Tewas Akibat Gempuran Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 12:59 WIB
A Ukrainian border guard patrols the border with Russia not far from Hoptivka village, Kharkiv region, Ukraine, Wednesday, Feb. 2, 2022. Russian President Vladimir Putin is accusing the U.S. and its allies of ignoring Russias top security demands but says Moscow is willing to talk more to ease tensions over Ukraine. (AP Photo/Evgeniy Maloletka)
Ilustrasi perbatasan Ukraina dan Rusia (dok. AP Photo/Evgeniy Maloletka)
Moskow -

Untuk pertama kali, seorang warga sipil di Rusia dilaporkan tewas akibat serangan lintas perbatasan dari Ukraina. Otoritas Rusia mengklaim satu warganya tewas akibat gempuran pasukan Ukraina di dekat perbatasan pada Rabu (11/5) waktu setempat.

Seperti dilansir CNN, Kamis (12/5/2022), jatuhnya satu korban tewas sipil itu dikonfirmasi oleh Gubernur Belgorod, Vyascheslav Gladkov.

"Satu orang tewas dalam gempuran di desa Solokhi," tutur Gladkov dalam pernyataannya.

Solokhi diketahui hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari perbatasan Ukraina.

"Penduduk desa Solokhi akan dibawa ke tempat yang aman di bawah kepemimpinan kepala distrik, Vladimir Pertsev, dan kepala regional Kementerian Situasi Darurat, Sergey Potapov," imbuh Gladkov.

Disebutkan Gladkov bahwa ini menjadi 'situasi paling sulit' yang dihadapi wilayah perbatasan sejak Rusia mengirimkan tentaranya ke Ukraina sekitar 11 pekan lalu.

"Hari ini hanya tersisa di bawa 30 orang di permukiman. Kami telah mengevakuasi sebagian besar orang ke tempat yang aman," sebutnya.

Secara terpisah, laporan kantor berita Rusia, TASS, menyebut bahwa korban luka akibat gempuran Ukraina di desa Solokhi bertambah menjadi tujuh orang. Disebutkan bahwa seluruh korban luka tengah menerima perawatan medis yang memadai.

Wilayah Belgorod yang dekat dengan perbatasan Ukraina dilanda ledakan dalam beberapa pekan terakhir, yang tampaknya disebabkan oleh rudal dan bom. Otoritas maupun militer Ukraina tidak mengonfirmasi maupun membantah telah bertanggung jawab atas ledakan di wilayah Rusia.

Namun para pejabat Rusia beberapa kali secara terang-terangan menuduh pasukan Ukraina di balik serangan-serangan yang memicu korban luka dari pihak Moskow. Pekan lalu, Gladkov melaporkan sedikitnya lima rumah hancur di sebuah desa lainnya, Nekhoteevka.

(nvc/idh)