Kanselir Jerman Sebut Ukraina Rasakan Dampak Invasi Rusia hingga 100 Tahun

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 22:35 WIB
Designated new German chancellor Olaf Scholz presents the ministers of his Social Democratic Party, SPD, for the new German government during a news conference at the partys headquarters in Berlin, Germany, Monday, Dec. 6, 2021. German parliament Bundestag is planning to elect Scholz as new chancellor on Wednesday Dec. 8, 2021. (AP Photo/Markus Schreiber)
Foto: Kanselir Jerman Olaf Scholz (AP/Markus Schreiber)
Jakarta -

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Ukraina akan terus merasakan dampak perang Rusia hingga ratusan tahun ke depan. Olaf berbicara berdasarkan pengalaman Jeman pada Perang Dunia II.

Seperti dilansir AFP, Rabu (11/5/2022), Olaf menyampaikan Ukraina dapat merasakan akibat perang Rusia "selama 100 tahun". Dia menyebut salah satunya lantaran persenjataan atau proyektil yang tidak meledak di kota-kota.

Olaf menyampaikan argumennya atas dasar Perang Dunia II yang terjadi pada Jerman. Dia menyebut pihaknya bahkan sampai saat ini masih sering menemukan bekas-bekas bom yang belum meledak di negaranya.

"Mereka yang tinggal di Jerman tahu bahwa bom dari Perang Dunia II masih sering ditemukan," kata Scholz kepada wartawan.

"Ukraina harus mempersiapkan diri untuk berperang dengan konsekuensi perang ini selama 100 tahun," lanjutnya.

Meski begitu, Olaf memastikan pihaknya dan negara sekutu akan membantu Ukraina untuk membangun kembali negara tersebut.

"Itulah mengapa kita juga harus bekerja sama dalam rekonstruksi," imbuhnya.

(maa/zap)