Presiden Meksiko Ancam Boikot KTT Amerika

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 04:41 WIB
Mexican President Andres Manuel Lopez Obrador gestures as he speaks during a press conference at the Palacio Nacional in Mexico City on July 10, 2019. - Arturo Herrera replaced Carlos Urzua as Mexican Secretary of Finance, after he resigned on July 9, 2019 citing discrepancies with Lopez Obradors government. (Photo by ALFREDO ESTRELLA / AFP)
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador (Foto: ALFREDO ESTRELLA/AFP)
Jakarta - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan bahwa dia akan melewatkan KTT Amerika di Los Angeles pada Juni. Lopez Obrador akan datang jika Presiden AS Joe Biden mengundang semua negara di kawasan itu.

Jika pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengecualikan Kuba, Nikaragua dan Venezuela dari pembicaraan, Meksiko akan mengirim Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard sebagai gantinya, kata Lopez Obrador kepada wartawan.

"Jika tidak semua orang diundang, perwakilan dari pemerintah Meksiko akan pergi, tetapi saya tidak akan pergi," kata Lopez Obrador seperti dikutip dari AFP, Rabu (11/5/2022).

"Saya tidak ingin kebijakan yang sama berlanjut di Amerika, dan saya ingin, pada kenyataannya, untuk menegaskan kemerdekaan dan kedaulatan dan menunjukkan persaudaraan universal," tambah Lopez Obrador.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan belum ada keputusan terkait apakah Kuba, Nikaragua dan Venezuela akan diundang ke pembicaraan.

"Kami tahu bahwa KTT adalah kesempatan berharga untuk fokus pada beberapa masalah terpenting seperti perjuangan berkelanjutan untuk kebebasan dan demokrasi untuk setiap negara, tujuan iklim bersama kami dan respons Covid-19 yang lebih kuat dan lebih kolaboratif, dan mengatasi akar permasalahan. migrasi," katanya kepada wartawan.

Pada hari Minggu, presiden Meksiko mengunjungi Kuba di mana ia mendesak diakhirinya sanksi AS terhadap pulau itu dan partisipasi penuh regional dalam KTT Amerika 6-10 Juni.

Amerika Serikat telah meningkatkan kritik terhadap otoritas Kuba menyusul penangkapan ratusan orang karena mengambil bagian dalam protes anti-pemerintah Juli lalu.

Pemerintahan Biden menolak untuk mengakui Presiden Venezuela Nicolas Maduro atau Presiden Nikaragua Daniel Ortega karena dugaan penyimpangan pemilihan.

Amerika Serikat dan sekitar 60 negara lain mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara setelah pemilihan 2018 yang dianggap tidak sah oleh banyak negara.

Terpilihnya kembali Ortega November lalu, mantan pemimpin gerilya sayap kiri yang berkuasa sejak 2007, secara luas dicap sebagai lelucon oleh masyarakat internasional setelah puluhan tokoh oposisi ditahan termasuk beberapa yang mencalonkan diri sebagai presiden.

Simak juga video '2 Jurnalis Meksiko Ditembak Mati, Pembunuhan ke-11 di Tahun 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)