PM Israel: Putin Minta Maaf soal Adolf Hitler Keturunan Yahudi

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 06 Mei 2022 04:53 WIB
Russian President Vladimir Putin attends a flag raising ceremony on the ferry Marshal Rokossovsky via a video link at the Novo-Ogaryovo state residence outside Moscow on March 4, 2022. (Photo by Alexey NIKOLSKY / SPUTNIK / AFP)
Foto: Vladimir Putin (AFP/ALEXEY NIKOLSKY)
Jerusalem -

Perdana Menteri (PM) Israel, Naftali Bennett mengatakan bahwa pemimpin Rusia Vladimir Putin telah meminta maaf atas pernyataan yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov, yang menyebut Adolf Hitler keturunan Yahudi. Pernyataan itu diketahui telah memicu kemarahan Israel.

"Perdana Menteri menerima permintaan maaf Presiden Putin atas pernyataan Lavrov dan berterima kasih padanya karena menjelaskan sikapnya terhadap orang-orang Yahudi dan memori Holocaust," kata kantor Bennett dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari AFP, Jumat (6/5/2022).

Dalam keterangan yang diposting di situs kementerian luar negeri Rusia, Lavrov mengatakan 'Saya bisa saja salah, tetapi Hitler juga memiliki darah Yahudi'.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menyebut pernyataan yang disampaikan Lavrov itu keterlaluan. Pernyataan itu dinilai sebagai kekeliruan sejarah.

"Pernyataan yang tidak dapat dimaafkan dan keterlaluan serta kesalahan sejarah yang mengerikan," ucap Lapid.

Politikus Israel, Naftali Bennett mengecam komentar itu sebagai 'kebohongan' yang dia katakan secara efektif menuduh orang-orang Yahudi sendiri atas kejahatan paling mengerikan dalam sejarah yang dilakukan terhadap diri mereka sendiri.

Duta Besar Rusia untuk Israel dipanggil untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut. Israel telah berusaha untuk mengambil langkah sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, dengan Bennett menekankan hubungan dekat Israel dengan Moskow dan Kiev.

Bennett secara khusus berusaha untuk mempertahankan kerja sama Rusia dengan serangan Israel di Suriah, di mana pasukan Rusia berada di lapangan. Israel sejauh ini menolak permintaan Ukraina untuk dukungan militer, alih-alih memasok rompi antipeluru dan helm untuk pekerja medis, serta rumah sakit lapangan Israel.

Bennett telah berusaha untuk menengahi konflik tersebut dan termasuk di antara segelintir pemimpin dunia yang bertemu dengan Putin sejak invasi tersebut melakukan perjalanan ke Moskow pada awal Maret.

(dek/fas)