Aung San Suu Kyi Divonis Penjara 5 Tahun Atas Korupsi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 27 Apr 2022 11:41 WIB
Buddhist religious and military flags are waved by supporters including Buddhist monks onboard a vehicle Monday, Feb. 1, 2021, in Yangon, Myanmar. Myanmars military has announced it will hold a new election at the end of a one-year state of emergency it declared Monday when it seized control of the country and reportedly detained leader Aung San Suu Kyi.
Aung San Suu Kyi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pengadilan junta Myanmar pada hari Rabu (27/4) menyatakan pemimpin sipil terguling Aung San Suu Kyi bersalah atas dakwaan korupsi. Menurut sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, pengadilan menjatuhkan vonis hukuman lima tahun penjara pada Suu Kyi.

Dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (27/4/2022), sejak kudeta militer menggulingkan pemerintahnya pada Februari tahun lalu, Suu Kyi telah menghadapi rentetan kasus kriminal yang bisa membuatnya dipenjara selama beberapa dekade.

Dalam kasus terbaru, peraih Nobel itu dituduh menerima suap sebesar US$ 600.000 uang tunai dan emas batangan.

Setelah dua hari penundaan, pengadilan khusus di Naypyidaw, ibu kota yang dibangun militer, menjatuhkan vonis bersalah dan hukuman terhadap Suu Kyi.

Suu Kyi masih menghadapi serangkaian dakwaan kriminal lainnya, termasuk melanggar undang-undang rahasia resmi, korupsi dan kecurangan pemilu. Dia bisa dipenjara selama lebih dari 100 tahun jika terbukti bersalah atas semua dakwaan.

Wanita berusia 76 tahun itu sebelumnya telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena hasutan terhadap militer, melanggar aturan COVID-19 dan melanggar undang-undang telekomunikasi. Meskipun dia akan tetap berada di bawah tahanan rumah sementara dia diadili atas dakwaan-dakwaan lain.

Wartawan dilarang menghadiri sidang pengadilan dan pengacara Suu Kyi dilarang berbicara kepada media.

Simak juga video 'Kecaman Komisaris HAM PBB Atas Vonis Bui Aung San Suu Kyi':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)