Junta Myanmar Jeratkan Dakwaan Korupsi ke-11 untuk Aung San Suu Kyi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 17:54 WIB
Myanmar State Counsellor Aung San Su Kyi attends the Myanmar Ethnics Culture Festival in Yangon on February 1, 2020. (Photo by Sai Aung Main / AFP)
Aung San Suu Kyi (dok. AFP/SAI AUNG MAIN)
Naypyitaw -

Junta militer Myanmar kembali menjeratkan dakwaan korupsi tambahan terhadap pemimpin sipil Aung San Suu Kyi yang digulingkan dalam kudeta setahun lalu. Ini menjadi dakwaan korupsi ke-11 yang dijeratkan terhadap Suu Kyi oleh junta Myanmar yang kini berkuasa.

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/1/2022), Suu Kyi (76) yang ditahan sejak kudeta pada 1 Februari tahun lalu telah dijerat serentetan dakwaan pidana dengan ancaman hukuman total mencapai lebih dari 150 tahun penjara.

Dia sebelumnya telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara untuk dakwaan penghasutan terhadap militer, melanggar aturan pandemi virus Corona (COVID-19), dan melanggar aturan hukum telekomunikasi -- meskipun dia akan tetap menjadi tahanan rumah sambil menghadapi dakwaan ainnya.

Dalam pernyataan terbaru, tim informasi junta militer Myanmar menyebut pihak kepolisian mengajukan dakwaan korupsi tambahan terhadap Suu Kyi terkait tuduhan menerima US$ 500.000 sebagai donasi dari sebuah yayasan amal yang menggunakan nama ibundanya.

Setiap dakwaan korupsi yang menjerat Suu Kyi memiliki ancaman hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah di pengadilan.

Junta militer Myanmar tidak memberikan penjelasan detail soal kapan persidangan untuk dakwaan tambahan itu digelar.

Diketahui bahwa Suu Kyi telah diadili atas dakwaan melanggar undang-undang rahasia negara -- di mana dia didakwa bersama seorang akademisi Australia bernama Sean Turnell -- dan beberapa dakwaan lainnya terkait dugaan korupsi.

Pekan ini, junta militer Myanmar mengumumkan Suu Kyi akan menghadapi sidang lanjutan mulai pertengahan Februari untuk dakwaan mempengaruhi Komisi Pemilihan Umum Myanmar selama pemilu tahun 2020 yang dimenangkan partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

(nvc/ita)