International Updates

Ukraina Bombardir Desa Rusia, Putin Tuduh Barat Lakukan Teror

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 18:38 WIB
Ukrainian service members operate 2A65 Msta-B howitzers during artillery and anti-aircraft drills near the border with Russian-annexed Crimea in the Kherson region, Ukraine, in this handout picture released January 28, 2022. Press Service of the Joint Forces Operation/Handout via REUTERS
ilustrasi tentara Ukraina (Foto: Press Service of the Joint Forces Operation/Handout via REUTERS)
Jakarta -

Gubernur wilayah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina menuduh pasukan Ukraina membombardir salah satu desanya. Akibatnya, dua warga sipil terluka dan beberapa rumah rusak dalam serangan itu.

"Sebuah desa menjadi sasaran gempuran... Sudah jelas bahwa ada warga sipil yang terluka," tulis gubernur wilayah Belgorod, Vyacheslav Gladkov di Telegram, seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (26/4/2022).

Dia menambahkan bahwa seorang pria terluka tangannya dan seorang wanita menderita cedera leher dalam insiden di desa Zhuravlyovka pada hari Senin (25/4) waktu setempat tersebut.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (26/4/2022):

- 40 Negara Bertemu di Jerman Bahas Penguatan Pertahanan Ukraina

Empat puluh negara akan mengadakan pembicaraan darurat di Jerman pada hari Selasa (26/4) waktu setempat untuk membahas penguatan pertahanan Ukraina.

Dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (26/4/2022), Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin mengatakan, pertemuan yang diadakan oleh AS di pangkalan udara Ramstein di barat daya Jerman itu "difokuskan pada melakukan sesuatu untuk menghasilkan kemampuan dan kapasitas tambahan bagi pasukan Ukraina".

"Kami percaya mereka bisa menang jika mereka memiliki peralatan yang tepat, dukungan yang tepat," kata Austin usai kunjungannya ke Kiev, ibu kota Ukraina pada Minggu (24/4) waktu setempat.

"Ini benar-benar sebagian besar tentang modernisasi dan memastikan militer mereka masih kuat dan mampu maju. Ini bukan tentang jaminan keamanan, ini tentang postur militer mereka yang sebenarnya," kata juru bicara Pentagon, John Kirby.

- Berubah Sikap, Jerman Kini Izinkan Pengiriman Tank ke Ukraina

Jerman akan mengizinkan pengiriman tank ke Ukraina untuk membantu melawan invasi pasukan Rusia. Pengiriman ini menandai pergeseran nyata dalam kebijakan Jerman yang berhati-hati dalam memberikan dukungan militer untuk Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/4/2022), Menteri Pertahanan (Menhan) Christine Lambrecht mengungkapkan bahwa pemerintah Jerman sepakat untuk menandatangani pengiriman tank-tank antipesawat Gepard yang sudah pernah digunakan sebelumnya.

Hal itu, menurut draf pidatonya yang dilihat oleh AFP, disampaikan Lambrecht dalam pertemuan internasional antara para Menhan di pangkalan udara Ramstein, yang digunakan pasukan Amerika Serikat (AS) di Jerman, pada Selasa (26/4) waktu setempat.

Sekitar 40 negara diketahui menggelar pembicaraan darurat di pangkalan udara di Jerman bagian barat untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Ukraina.

- Awas, Rusia Ingatkan Bahaya Perang Nuklir Serius dan Nyata!

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov memperingatkan negara-negara Barat untuk tidak meremehkan peningkatan risiko perang nuklir terkait Ukraina. Lavrov juga menyebut bahwa bahaya perang nuklir itu serius dan nyata.

Simak video 'Polisi Ukraina Luncurkan 8.000 Penyelidikan Kriminal Terhadap Rusia':

[Gambas:Video 20detik]