Sadisnya Rusia Jadikan Pemerkosaan 'Alat Perang' di Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Apr 2022 20:02 WIB
Menhan Rusia mengatakan pada Putin bahwa pihaknya telah menguasai kota Mariupol, Ukraina. Pasukan pro-Rusia tampak melakukan konvoi militer di jalanan Mariupol.
Foto: REUTERS/CHINGIS KONDAROV
Kiev -

Pasukan Rusia dituding memakai cara sadis perang melawan Ukraina. Kelompok pegiat HAM menuduh Rusia melakukan pemerkosaan sebagai salah satu alat perang di Ukraina.

Dilansir dari CNN, Sabtu (23/4/2022), kelompok hak asasi manusia dan psikolog Ukraina mengatakan mereka telah bekerja sepanjang waktu untuk menangani semakin banyak kasus pelecehan seksual yang diduga melibatkan tentara Rusia. Hal tersebut sudah dibantah oleh Rusia.

Sementara itu, sebuah laporan oleh Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) yang dirilis pada 13 April, menemukan pelanggaran hukum humaniter internasional yang dilakukan para pasukan Rusia di Ukraina. Mereka mencatat bahwa 'laporan menunjukkan contoh kekerasan berbasis gender terkait konflik, seperti pemerkosaan, kekerasan seksual atau pelecehan seksual'.

"Tentara Rusia melakukan segala yang mereka bisa untuk menunjukkan dominasi mereka, dan pemerkosaan juga merupakan alat di sini," kata psikolog Vasylisa Levchenko yang mendirikan layanan yang menyediakan konseling gratis untuk Ukraina yang menderita trauma terkait perang.

Levchenko mengatakan jaringannya, yang disebut Psy.For.Peace, telah berbicara dengan sekitar 50 wanita dari wilayah Kiev yang mengatakan mereka diserang secara seksual oleh tentara Rusia. Dia mengatakan kelompok itu sedang menangani kasus-kasus termasuk seorang anak berusia 15 tahun dan ibunya yang dilecehkan secara seksual oleh tentara Chechnya pro-Rusia, dan pemerkosaan beramai-ramai terhadap wanita lain oleh tujuh tentara - sementara tahanan Ukraina dipaksa untuk menonton.

"Senjata (pemerkosaan) adalah demonstrasi penghinaan total terhadap rakyat (Ukraina)" kata Levchenko, menambahkan bahwa itu adalah salah satu yang memiliki dampak jauh melampaui korban serangan individu.

"Ada orang yang merasa bersalah karena tidak bisa melakukan apa saja, bersalah karena selamat, karena melihat seseorang sekarat di depan mereka," ujarnya.

Simak selengkapnya pengakuan warga Ukraina di halaman berikutnya.

Saksikan Video 'Roket Rusia Hantam Mobil, 2 Orang Terbakar di Dalamnya':

[Gambas:Video 20detik]