5 Anak-1 Wanita Afghanistan Tewas Akibat Serangan Roket Militer Pakistan

5 Anak-1 Wanita Afghanistan Tewas Akibat Serangan Roket Militer Pakistan

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Apr 2022 19:55 WIB
Rentetan serangan roket melanda ibu kota Kabul di Afghanistan saat salat Idul Adha. 3 roket dilaporkan jatuh di dekat Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul.
ilustrasi serangan roket (Foto: AP Photo/Rahmat Gul)
Jakarta -

Sedikitnya lima anak dan seorang wanita tewas di Afghanistan timur ketika pasukan militer Pakistan menembakkan roket di sepanjang perbatasan. Peristiwa berdarah itu terjadi dalam serangan menjelang fajar pada hari Sabtu (16/4) waktu setempat.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (16/4/2022), sejak Taliban merebut kekuasaan tahun lalu di Afghanistan, ketegangan perbatasan antara dua tetangga itu telah meningkat. Pakistan menuduh kelompok-kelompok militan melakukan serangan dari tanah Afghanistan.

Taliban menyangkal menyembunyikan gerilyawan Pakistan, tetapi juga marah dengan pagar yang didirikan Islamabad di sepanjang perbatasan 2.700 kilometer (1.600 mil) mereka yang dikenal sebagai garis Durand, yang ditetapkan pada zaman kolonial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pejabat pemerintah Afghanistan dan seorang penduduk di provinsi Kunar, Afghanistan timur, mengatakan pasukan Pakistan menembakkan roket-roket pada Sabtu dini hari yang menewaskan enam orang.

"Lima anak dan seorang wanita tewas dan seorang pria terluka dalam serangan roket Pakistan di distrik Shelton Kunar," kata direktur informasi provinsi Najibullah Hassan Abdaal kepada AFP.

ADVERTISEMENT

Ehsanullah, seorang penduduk distrik Shelton, mengatakan serangan itu dilakukan oleh pesawat militer Pakistan. Dia mengkonfirmasi jumlah korban tewas adalah enam orang.

Pejabat pemerintah Afghanistan lainnya mengatakan, serangan menjelang fajar serupa juga dilakukan di provinsi Khost, Afghanistan dekat perbatasan.

"Helikopter Pakistan membombardir empat desa di dekat garis Durand di provinsi Khost," katanya tanpa menyebut nama.

"Hanya rumah-rumah warga sipil yang menjadi sasaran dan ada korban," tambahnya, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang tetua suku Afghanistan dari Khost, Gul Markhan, membenarkan insiden di Khost.

Pejabat militer Pakistan tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Juru bicara pemerintah Taliban di Kabul, Afghanistan menolak berkomentar ketika dihubungi oleh AFP.

Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengatakan pihaknya telah memanggil duta besar Pakistan di Kabul setelah insiden terbaru itu.

Daerah perbatasan antara kedua negara telah lama menjadi benteng bagi kelompok-kelompok militan seperti Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang beroperasi melintasi perbatasan.

Taliban Afghanistan dan TTP adalah kelompok terpisah di kedua negara, tetapi memiliki ideologi yang sama dan berasal dari orang-orang yang tinggal di kedua sisi perbatasan.

Sejak Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan, TTP menjadi lebih berani dan melancarkan serangan reguler terhadap pasukan Pakistan.

Sebelumnya pada bulan Februari, enam tentara Pakistan tewas dalam penembakan oleh TTP dari Afghanistan.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads