Bantu Ukraina, Selandia Baru Kirim Pesawat Hercules-Personel ke Eropa

Tim detikcom - detikNews
Senin, 11 Apr 2022 14:57 WIB
New Zealand Prime Minister Jacinda Ardern announces a new date for national elections, during a news conference in Wellington, New Zealand, Monday, Aug. 17, 2020. The election had been scheduled for Sept. 19 but will now be held on Oct. 17, after a COVID-19 outbreak in Auckland. (Mark Mitchell/New Zealand Herald via AP)
PM Selandia Baru Jacinda Ardern (dok. Mark Mitchell/New Zealand Herald via AP)
Wellington -

Selandia Baru akan mengerahkan sebuah pesawat transpor militer jenis Hercules C-130H berserta 50 personel pendukung ke Eropa, dalam upaya membantu Ukraina melawan Rusia yang menginvasi wilayahnya. Pesawat Hercules itu akan membawa peralatan dan pasokan yang dibutuhkan Ukraina.

Seperti dilansir CNN dan Associated Press, Senin (11/4/2022), pemerintah Selandia Baru menyebut pengerahan itu akan dilakukan selama dua bulan. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut ke negara Eropa yang mana yang menjadi tujuan pesawat militer Selandia Baru itu.

Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern dalam pernyataannya hanya menyebut pesawat Hercules itu akan melakukan perjalanan ke wilayah Eropa untuk membawa peralatan dan pasokan yang dibutuhkan ke pusat distribusi untuk Ukraina, namun pesawat itu tidak akan masuk ke wilayah Ukraina.

Ardern menegaskan pesawat militer Selandia Baru itu tidak akan terbang secara langsung ke Ukraina, karena sebagian besar peralatan militer akan diangkut via jalur darat ke wilayah Ukraina.

"Dukungan kita untuk membantu Militer Ukraina mengusir invasi brutal Rusia karena perdamaian di kawasan Eropa sangat penting untuk stabilitas global," ucap Ardern dalam pernyataannya.

"Serangan terang-terangan terhadap kedaulatan sebuah negara adalah ancaman bagi kita semua dan itulah mengapa kita juga memiliki peran untuk dimainkan," tegasnya.

"Tanggapan global telah melihat jumlah dukungan militer yang belum pernah ada sebelumnya yang dijanjikan untuk Ukraina, dan lebih banyak bantuan untuk mengangkut dan mendistribusikan itu sangat dibutuhkan, dan kita akan melakukan bagian kita untuk membantu," ujar Ardern.

Diumumkan juga oleh Ardern bahwa pemerintah Selandia Baru akan mengalokasikan dana tambahan sebesar NZ$ 13 juta (Rp 127,7 miliar) untuk dukungan militer dan hak asasi manusia (HAM), termasuk di antaranya dana NZ$ 7,5 juta (Rp 73,6 miliar) untuk pengadaan persenjataan dan amunisi melalui Inggris.

Menurut Ardern, total kontribusi Selandia Baru dalam upaya perang di Ukraina kini mencapai NZ$ 30 juta (Rp 294,7 miliar), dengan total 67 personel dikerahkan mendukung kontribusi itu.

Simak video 'Konvoi Militer Rusia Bergerak Menuju Donbas':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)