ADVERTISEMENT

Rusia Gempur Kota Dekat Kharkiv, 2 Orang Tewas

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 10 Apr 2022 17:10 WIB
Taktik Rusia bantah kekejaman terhadap warga sipil Ukraina: Ini dilakukan profesional, mungkin oleh Inggris
Ilustrasi (Foto: BBC World)
Jakarta -

Dua orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka di kota Derhachy, timur laur Kharkiv, Ukraina. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Regional Kharkiv, Oleh Synyehubov, dalam sebuah unggahan di Facebook.

Dilansir Reuters, Minggu (10/4/2022) gubernur tersebut menyebut pasukan Rusia telah melakukan 66 serangan artileri di beberapa wilayah.

"Dua orang tewas, ada korban. Seperti yang Anda lihat, tentara Rusia terus 'bertarung' dengan penduduk sipil, karena tidak memiliki kemenangan di garis depan," kata Synyehubov.

Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi detail kabar tersebut.

Temuan mayat juga dilaporkan di desa dekat ibu kota Kiev, Buzova. Kuburan puluhan warga sipil Ukraina ditemukan.

Kepala komunitas Dmytrivka (mencakup desa Buzova dan desa lainnya), Taras Didych, mengatakan kepada televisi Ukraina bahwa mayat-mayat itu ditemukan di parit dekat pom bensin pada Sabtu (9/4) lalu. Namun jumlah korban tewas belum dapat dikonfirmasi.

"Sekarang, kami kembali hidup, namun selama pendudukan (Rusia) banyak warga sipil tewas," kata Didych.

Di awal invasi Rusia ke Ukraina, sejumlah wilayah di sekitar ibu kota Kiev, termasuk Makariv, Bucha, Irpin dan Dmytrivka berada dalam kondisi mencekam, banyak serangan demi serangan terjadi di sana.

Pada awal April lalu, media lokal Ukraina melaporkan banyak korban ditemukan di dan dekat Buzova. Saat itu ada sekitar 30 mayat ditemukan.

Usai pasukan Ukraina berhasil merebut kembali sebagian besar kota dan desa di sekitar Kiev, kuburan massal dan korban sipil terus ditemukan hingga memicu gelombang kecaman internasional, khususnya atas kematian puluhan warga sipil di kota Bucha.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa sementara ancaman terhadap Kiev telah surut dan Ukraina sedang mempersiapkan pertempuran dengan pasukan Rusia yang kini berada di wilayah timur Ukraina.

Para pejabat Ukraina juga telah meminta orang-orang di timur negara itu untuk melarikan diri.

(izt/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT