China Laporkan 13.146 Kasus Harian COVID, Tertinggi Sejak Februari 2020

ADVERTISEMENT

China Laporkan 13.146 Kasus Harian COVID, Tertinggi Sejak Februari 2020

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Apr 2022 13:50 WIB
Residents line up for a coronavirus test inside barricaded residential buildings locked down for monitoring following a COVID-19 case detected in the area Monday, March 28, 2022, in Beijing. China began its largest lockdown in two years Monday to conduct mass testing and control a growing outbreak in its largest city of Shanghai as questions are raised about the economic toll of the nations
Ilustrasi (Foto: AP/Andy Wong)
Jakarta -

China melaporkan kasus harian tertinggi COVID-19. Lonjakan ini diduga berasal dari varian Omicron baru di daerah Shanghai.

Dilansir AFP, Minggu (3/4/2022) China melaporkan 13.146 kasus harian COVID-19 pada hari ini. Jumlah ini adalah yang tertinggi sejak pertengahan Februari 2020 lalu.

Sementara itu tidak ada kasus kematian baru yang dilaporkan.

Selama beberapa minggu terakhir kasus harian COVID-19 melonjak hingga mencapai ribuan, terutama di pusat wabah Shanghai, di mana 25 juta orang yang tinggal di wilayah tersebut berada dalam aturan lockdown.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan hampir 70 persen dari beban kasus nasional ditemukan di Shanghai.

Deteksi Mutasi Omicron Baru

Media pemerintah melaporkan para pejabat di kota sebelah barat Shanghai, Suzhou telah mendeteksi mutasi varian Omicron yang tidak ditemukan dalam database lokal atau internasional.

"Ini berarti varian baru Omicron telah ditemukan secara lokal," demikian dilaporkan media Xinhua, mengutip pernyataan Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Suzhou, Zhang Jun.

Pada hari Minggu (3/4) sekitar 1,5 juta penduduk Baicheng di timur laut China bergabung dengan puluhan juta warga lainnya di bawah aturan lockdown selama sebulan terakhir.

Wakil Perdana Menteri Sun Chunlan mendesak "langkah tegas dan cepat" untuk memadamkan wabah COVID-19 pasca kunjungannya ke Shanghai.

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan pekan lalu mengatakan penting bagi semua negara, termasuk China, untuk memiliki rencana mengurangi pembatasan di masa pandemi. Namun dirinya mengatakan populasi besar di China memberikan tantangan bagi sistem kesehatannya dan pihak berwenang harus "menentukan strategi yang memungkinkan mereka keluar (pandemi) dengan aman".

Simak Video 'China yang Sibuk Lockdown Kala Negara Lain Siap-siap Endemi':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT