Aksi Tentara Rusia Tolak Patuhi Perintah hingga Tembak Pesawat Sendiri

ADVERTISEMENT

Aksi Tentara Rusia Tolak Patuhi Perintah hingga Tembak Pesawat Sendiri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 31 Mar 2022 22:15 WIB
In this photo made from video provided by the Russian Defense Ministry Press Service on Saturday, Feb. 19, 2022, Russian marines take their position during the Union Courage-2022 Russia-Belarus military drills at the Obuz-Lesnovsky training ground in Belarus. Russia has deployed troops to its ally Belarus for sweeping joint military drills that run through Sunday, fueling Western concerns that Moscow could use the exercise to attack Ukraine from the north. (Russian Defense Ministry Press Service via AP)
Foto: Tentara Rusia (Russian Defense Ministry Press Service via AP)
Kiev -

Militer Rusia kembali diterpa kekacauan di internalnya. Pasalnya para tentara Rusia yang tengah melakukan invasi ke Ukraina menolak mematuhi perintah hingga melakukan penembakan pada pesawat Rusia sendiri.

Situasi dan kondisi militer Rusia itu disampaikan oleh intelijen Inggris seperti dilansir CNN dan Reuters, Kamis (31/3/2022). Kepala badan intelijen, siber dan keamanan Inggris atau Markas Besar Komunikasi Pemerintah (GCHQ), Jeremy Fleming, mengungkapkan bahwa berdasarkan intelijen terbaru, ada bukti yang menunjukkan tentara Rusia rendah moral.

Mereka bahwa dikabarkan membawa perlengkapan yang buruk hingga menembak jatuh pesawatnya sendiri. Apa yang sebetulnya terjadi?

"Kita telah melihat tentara-tentara Rusia -- kekurangan senjata dan moral -- menolak untuk melaksanakan perintah, menyabotase peralatan mereka sendiri dan bahkan secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat mereka sendiri," ungkap Fleming, tanpa menyebut secara spesifik kapan atau di mana situasi ini terjadi.

Fleming menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya di Universitas Nasional Australia, Canberra, seperti dikutip dari situs resmi GCHQ. Reuters belum bisa mengkonfirmasi informasi intelijen tersebut secara mandiri.

Meski begitu, dalam pidatonya, Fleming menyebut kekacauan di internal militer Rusia ini ditengarai ketakutan para penasehat Kremlin untuk mengungkapkan kenyataan soal kegagalan strategi perang Rusia di Ukraina kepada Presiden Vladimir Putin. Ketakutan ini lah yang akhirnya berdampak pada Putin 'salah menilai secara besar-besaran' soal situasi operasi militer di Ukraina.

Tak hanya itu, Fleming menyampaikan, berdasarkan informasi intelijen terbaru, Putin tidak hanya salah menilai kemampuan Angkatan Bersenjata Rusia tapi juga meremehkan perlawanan Ukraina serta tekad negara-negara Barat yang menghukum Moskow dengan sanksi besar-besaran secara terkoordinasi.

Menurutnya Putin terlalu melebih-lebihkan kemampuan militernya untuk meraih kemenangan cepat di Ukraina.

"Putin telah salah menilai situasi secara besar-besaran," sebut Fleming. "Kami meyakini para penasihat Putin takut memberitahu yang sebenarnya kepadanya," imbuhnya.

Sampai saat ini pihak Rusia belum memberi tanggapan terkait dugaan tersebut. Namun demikian, Kementerian Pertahanan Rusia justru mengklaim sebaliknya. Mereka menyebut Angkatan Bersenjatanya telah profesional dan melakukan tugas mereka di Ukraina dengan cukup sukses. Kremlin juga menuduh Barat menyebarkan kebohongan soal operasi di Ukraina dalam upaya menjatuhkan Rusia.

Simak selengkapnya Putin bersembunyi di bungker di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT