PM Kamboja Kecam Invasi Rusia ke Ukraina, Serukan Gencatan Senjata

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Mar 2022 16:24 WIB
Cambodias Prime Minister Hun Sen greets as he holds a ceremony at the Angkor Wat temple to pray for peace and stability in Cambodia, in Siem Reap province, Cambodia December 3, 2017. REUTERS/Samrang Pring
PM Kamboja Hun Sen (dok. Reuters)
Phnom Penh -

Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen mengecam invasi militer Rusia ke Ukraina. Hun Sen juga menggemakan seruan gencatan senjata segera, yang sebelumnya disampaikan oleh Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), yang saat ini diketuai oleh Kamboja.

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/3/2022), Rusia melancarkan invasi militer, yang oleh Moskow disebut 'operasi militer khusus', ke Ukraina sejak akhir Februari lalu. Invasi itu memicu krisis geopolitik dan kemanusiaan terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.

Dalam pernyataannya, Hun Sen menyinggung soal sejarah pendudukan Kamboja oleh Vietnam. Dia juga meragukan kemampuan Rusia untuk merebut Kiev, ibu kota Ukraina.

"Saya masih dalam solidaritas dengan rakyat Ukraina melawan invasi," tegas Hun Sen di sela-sela acara peresmian rumah sakit setempat.

Dalam pernyataan yang dirilis Kamboja sebagai Ketua ASEAN, asosiasi negara-negara Asia Tenggara ini mendesak sikap menahan diri dan dialog, namun tidak menyebut peran Rusia dalam invasi ke Ukraina.

Dari 10 negara anggota ASEAN, hanya Singapura yang menjatuhkan sanksi-sanksi terhadap Rusia, yang menargetkan perbankan dan ekspor elektronik -- langkah tergolong langka bagi negara kota tersebut.

Negara anggota lainnya seperti Indonesia, yang memegang Presidensi G20 tahun ini dan menyatakan akan tetap netral, telah menyuarakan keprihatinan terkait invasi ke Ukraina, namun tidak mengecamnya.

Sebelumnya, Vietnam bergabung dengan 34 negara lainnya yang abstain dalam voting resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mengecam Rusia.

Simak video 'Rusia Tengah Mengalihkan Fokus Serangan di Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)