ADVERTISEMENT

Pers Rusia Dilarang Publikasikan Wawancara Presiden Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Mar 2022 13:47 WIB
In this handout photo taken from video provided by the Ukrainian Presidential Press Office, Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy addresses the nation in Kyiv, Ukraine, Thursday, Feb. 24, 2022. Zelenskyy declared martial law, saying Russia has targeted Ukraines military infrastructure. He urged Ukrainians to stay home and not to panic. (Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (dok. Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Moskow -

Badan pengawas komunikasi Rusia memperingatkan media-media Rusia untuk tidak mempublikasikan wawancara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Badan pengawas Rusia itu juga menyatakan telah mulai menyelidiki media-media Rusia yang ikut mewawancarai Zelensky.

Seperti dilansir media Rusia, Interfax dan Reuters, Senin (28/3/2022), peringatan itu dilontarkan oleh Badan Federal Rusia untuk Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi dan Media Massa, atau yang disebut Roskomnadzor.

"Roskomnadzor memperingatkan media Rusia untuk menahan diri dari mempublikasikan wawancara ini," demikian pernyataan Roskomnadzor, tanpa menjelaskan alasan di balik peringatan tersebut.

"Sebuah penyelidikan telah diluncurkan sehubungan dengan outlet-outlet media yang melakukan wawancara untuk menentukan tingkat tanggung jawab dan melakukan tindakan balasan," imbuh pernyataan tersebut.

Disebutkan Roskomnadzor sebelumnya bahwa 'sejumlah outlet media massa Rusia, termasuk yang masuk kategori media asing yang menjalankan fungsi sebagai agen asing, telah mewawancarai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky'.

Lebih lanjut, Kantor Jaksa Agung Rusia menyatakan akan memberikan penilaian hukum terhadap konten pernyataan yang dirilis Presiden Ukraina dalam wawancara dengan sejumlah media Rusia dan legalitas publikasi wawancara tersebut.

"Kantor Jaksa Agung Rusia akan memberikan penilaian hukum berprinsip terhadap konten pernyataan yang dipublikasikan dan fakta publikasi mereka," tegas Kantor Jaksa Agung Rusia dalam pernyataannya.

Zelensky diketahui berbicara langsung kepada para jurnalis Rusia via panggilan video pada Minggu (27/3) waktu setempat. Kepada jurnalis Rusia, Zelensky menyatakan negaranya bersedia menjadi netral dan merundingkan status wilayah Donbass sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Rusia.

"Jaminan keamanan dan netralitas, status non-nuklir negara kami. Kami siap untuk melakukannya," ucap Zelensky dalam bahasa Rusia.

(nvc/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT