AS: Serangan Rusia terhadap Warga Sipil Ukraina Adalah Kejahatan Perang

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 18 Mar 2022 05:15 WIB
US Secretary of State Antony Blinken speaks to the press about the war in Ukraine, at the State Department in Washington, DC, March 17, 2022. - Blinken said Thursday that Russia was not making serious efforts in negotiations with Ukraine to end the three-week war.
Antony Blinken (Foto: AFP/SAUL LOEB)
Washington DC -

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menuduh Rusia melakukan kejahatan perang karena menyerang warga sipil di Ukraina. Blinken juga setuju dengan Presiden AS Joe Biden yang mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin adalah 'penjahat perang'.

"Mereka meningkatkan pemboman mereka dengan tujuan melanggar kehendak rakyat. Kemarin, Presiden Biden mengatakan bahwa menurutnya, kejahatan perang telah dilakukan di Ukraina. Secara pribadi, saya setuju," kata Blinken seperti dilansir AFP dan CNN, Jumat (18/3/2022).

"Sengaja menargetkan warga sipil adalah kejahatan perang. Bagaimanapun juga kehancuran tiga minggu terakhir, saya merasa sulit untuk menyimpulkan bahwa Rusia melakukan sebaliknya. Konsekuensi dari perang Moskow dirasakan di seluruh dunia," imbuhnya.

Kepala diplomat AS menyinggung pemboman baru-baru ini di sebuah teater di Mariupol di Ukraina selatan. Akibat insiden itu banyak orang telah mengungsi dan mengeja 'anak-anak' dalam huruf besar Rusia di trotoar di luar untuk perlindungan.

Dia juga menyinggung bahwa Rusia menembaki 10 warga sipil dalam antrean untuk membeli roti di Chernihiv.

"Setiap hari berlalu jumlah warga sipil, termasuk anak-anak, tewas dan terluka, terus meningkat," katanya.

"Rusia terus menyerang situs sipil, termasuk minggu ini saja, sebuah rumah sakit, tiga sekolah (dan) sekolah asrama untuk anak-anak tunanetra di wilayah Luhansk, Ukraina," katanya.

Blinken juga mengatakan bahwa para ahli AS sedang dalam proses pendokumentasian dan evaluasi potensi kejahatan perang di Ukraina. Dia berharap hasil investigasi itu dapat membantu upaya internasional dalam menyelidiki kejahatan perang di Rusia.

"Kami akan memastikan bahwa temuan kami membantu upaya internasional untuk menyelidiki kejahatan perang dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," katanya.

Sebelumnya Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai penjahat perang. Dia mengatakan itu atas tindakan Putin melakukan invasi berdarah ke Ukraina.

"Saya pikir dia adalah penjahat perang," kata Biden seperti dilansir AFP, Kamis (17/3).

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki memastikan Biden berbicara itu dari hatinya setelah melihat gambar di televisi tentang "tindakan biadab oleh seorang diktator brutal melalui invasinya ke negara asing".

(lir/lir)