ADVERTISEMENT

Joe Biden Bakal ke Eropa di Tengah Perang Rusia Vs Ukraina

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 06:47 WIB
President Joe Biden delivers his first State of the Union address to a joint session of Congress at the Capitol, Tuesday, March 1, 2022, in Washington, as House speaker Nancy Pelosi of Calif., looks at a copy of Bidens speech at left.
Joe Biden (Foto: AP Photo)

Rusia sendiri menyebut invasi ini sebagai 'operasi militer khusus' untuk demiliterisasi dan 'denazifikasi' Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut tetangganya sebagai koloni AS dengan rezim boneka dan tidak memiliki tradisi kenegaraan yang merdeka.

Pembicaraan antara Rusia dan Ukraina melalui tautan video dilanjutkan pada Selasa. Para pejabat Ukraina berharap perang bisa berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan, dengan mengatakan Moskow mungkin akan menerima kegagalannya untuk memaksakan pemerintahan baru dengan paksa.

Zelensky mengatakan Ukraina siap menerima jaminan keamanan dari Barat yang menghentikan tujuan jangka panjangnya untuk bergabung dengan NATO. Moskow melihat keanggotaan Ukraina di aliansi Barat di masa depan sebagai ancaman dan telah menuntut jaminan bahwa mereka tidak akan pernah bergabung.

"Jika kita tidak bisa masuk melalui pintu terbuka, maka kita harus bekerja sama dengan asosiasi yang kita bisa, yang akan membantu kita, melindungi kita dan memiliki jaminan terpisah," kata Zelensky.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan terlalu dini untuk memprediksi kemajuan dalam pembicaraan.

"Pekerjaannya sulit, dan dalam situasi saat ini fakta bahwa (pembicaraan) berlanjut mungkin positif," katanya.


(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT