ADVERTISEMENT

Ada Aktivitas Pembangunan di Lokasi Uji Nuklir Korut, Pertama Sejak 2018

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Mar 2022 16:06 WIB
A North Korean flag flutters on top of a tower at the propaganda village of Gijungdong in North Korea, in this picture taken near the truce village of Panmunjom, South Korea July 19, 2017. REUTERS/Kim Hong-Ji
Ilustrasi -- Situasi di Korea Utara (dok. REUTERS/Kim Hong-Ji)

Korut diketahui menguji coba sejumlah rudal pada Januari lalu, termasuk persenjataan terbesarnya sejak tahun 2017, dan tampaknya bersiap meluncurkan sebuah satelit mata-mata.

Para pemantau internasional juga melaporkan bahwa fasilitas reaktor nuklir utama Korut di Yongbyon berada dalam level aktivitas tertinggi, yang berpotensi menghasilkan bahan bakar untuk senjata nuklir.

Secara terpisah, Direktorat Intelijen Nasional AS (DNI) dalam laporan tahunan Worldwide Threat Assessment menyebut bahwa peluncuran rudal Korut bisa menjadi dasar untuk kembalinya aktivitas uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) dan uji coba bom nuklir pada tahun ini.

Laporan DNI tidak menyebutkan Punggye-ri namun menyebut pemimpin Korut Kim Jong-Un berkomitmen kuat untuk memperluas persenjataan nuklir negaranya.

Punggye-ri ditutup sejak Korut menetapkan moratorium uji coba senjata nuklir tahun 2018 lalu. Saat itu, Korut menyatakan pihaknya menutup terowongan pada lokasi uji coba itu dengan ledakan, yang memblokir pintu masuk, dan memindahkan semua fasilitas pengamatan, gedung penelitian dan pos keamanan.

Namun Kim Jong-Un kemudian mengatakan tidak lagi merasa terikat pada moratorium itu setelah perundingan denuklirisasi terhenti sejak tahun 2019.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT