ADVERTISEMENT

Sikap China Jadi Sorotan Kala Perang Rusia vs Ukraina Makin Sengit

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Feb 2022 22:00 WIB
View of a building damaged following a rocket attack the city of Kyiv, Ukraine, Friday, Feb. 25, 2022. (AP Photo/Emilio Morenatti)
Kerusakan di Ukraina (Foto: AP/Emilio Morenatti)
Jakarta -

Pemerintah China menolak mengecam Rusia yang melakukan operasi militer terhadap Ukraina. Sikap China tersebut menjadi sorotan lantaran dinilai berbeda dari sejumlah negara yang mengutuk aksi Rusia.

Dilansir dari news.com.au, Jumat (25/2/2022), Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Hua Chunying, menolak untuk menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers pada Kamis (24/2) waktu setempat soal apakah China akan menyebut serangan Rusia terhadap Ukraina sebagai 'invasi'.

CNN juga melaporkan Hua Chunying menghindari lebih dari 11 pertanyaan soal serangan Rusia ke Ukraina dalam konferensi pers selama 90 menit. Dia tidak menjawab pertanyaan soal apakah China menganggap serangan Rusia itu melanggar integritas wilayah Ukraina.

Hua Chunying berulang kali menyerukan agar pihak-pihak terkait 'menahan diri'. Dia juga tampak berusaha mengalihkan kesalahan pada Amerika Serikat (AS) yang disebutnya telah menyulut api.

"AS yang telah menyulut api, mengobarkan api, bagaimana mereka ingin memadamkan api?" tanya Hua Chunying.

Dia mengatakan Rusia merupakan 'negara besar yang merdeka'. China, katanya, memantau secara saksama perkembangan situasi terkini.

"Apa yang Anda lihat hari ini bukanlah yang ingin kami lihat. Kami berharap semua pihak bisa kembali ke dialog dan negosiasi," cetus Hua Chunying.

Perintah China untuk Warganya di Ukraina

Kedutaan Besar China di Ukraina meminta warga negaranya di Ukraina memasang bendera China di kendaraan mereka saat hendak keluar rumah. Namun, warga China diimbau tetap berada di rumah selama serangan Rusia ke Ukraina.

"Bendera China dapat ditempelkan di tempat yang jelas di badan kendaraan," demikian imbauan Kedutaan China kepada setiap warga negaranya yang memutuskan untuk keluar di Ukraina seperti dilansir dari Reuters.

China awalnya belum meminta warganya meninggalkan Ukraina. Pihak Kedutaan hanya meminta warga negara China di Ukraina menyimpan sejumlah kebutuhan sehari-hari, seperti makanan hingga air minum.

Namun, situasi yang semakin memburuk membuat Kedubes China di Ukraina menyiapkan pesawat untuk mengevakuasi warganya dari Ukraina. Belum ada informasi detail kapan evakuasi akan dilakukan.

"Saat ini, situasi di Ukraina telah memburuk dengan cepat, dan warga negara kami serta perusahaan China di Ukraina menghadapi risiko tinggi terhadap keamanan mereka," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari South China Morning Post.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT