Donetsk dan Luhansk, Wilayah Ukraina Timur Diakui Kemerdekaan oleh Putin

ADVERTISEMENT

Donetsk dan Luhansk, Wilayah Ukraina Timur Diakui Kemerdekaan oleh Putin

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 23 Feb 2022 10:31 WIB
Ukrainian servicemen scan belongings of people crossing from Ukrainian government controlled areas to pro-Russian separatists controlled territory in Stanytsia Luhanska, the only crossing point open daily, in the Luhansk region, eastern Ukraine, Tuesday, Feb. 22, 2022. Russia says its recognition of independence for areas in eastern Ukraine extends to territory currently held by Ukrainian forces. The statement Tuesday further raises the stakes amid Western fears that Moscow could follow up to Monday’s recognition of rebel regions with a full-fledged invasion of Ukraine. (AP Photo/Vadim Ghirda)
Donetsk dan Luhansk, Wilayah Ukraina Timur Diakui Kemerdekaan Putin - Prajurit Ukraina memindai barang-barang warga yang hendak menyebrang ke wilayah Donetsk-Luhansk (Foto: AP/Vadim Ghirda)

Para Pemimpin Donetsk dan Luhansk Proklamirkan Diri Jadi Presiden

Masing-masing dari pemimpin Donetsk dan Luhansk berusaha mendapatkan otonomi penuh dari pemerintah pusat dan memproklamirkan diri sebagai presiden.

Donetsk atau yang disebut Republik Rakyat Donetsk menunjuk Denis Pushilin, yang terpilih pada pemilihan pada 2018, sebagai pemimpin mereka. Sementara di Luhansk atau disebut Republik Rakyat Donetsk, menunjuk Leonid Pasechnik sebagai pemimpin mereka.

Keputusan untuk memisahkan diri dari otonomi penuh Ukraina itu belakangan disambut Putin. Dalam tayangan televisi nasional Rusia pada Senin (21/2) waktu setempat, Putin yang didampingi para pemimpin tersebut menandatangani dekrit yang mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk, yang memisahkan diri dari Ukraina, bersama dengan perjanjian kerja sama dan persahabatan.

Dalam pernyataannya, Putin juga memerintahkan Kementerian Pertahanan Rusia mengirimkan pasukan 'untuk menjaga perdamaian'.

Tidak ada penjelasan soal jumlah pasukan yang dikirimkan oleh Rusia ke dua wilayah pecahan itu. Namun dekrit yang diterbitkan Putin menegaskan bahwa Rusia sekarang memiliki hak untuk membangun pangkalan militer di kedua wilayah pecahan itu.


(izt/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT