Australia Vs China Buntut Geger Tudingan Pesawat Disorot Laser

ADVERTISEMENT

Australia Vs China Buntut Geger Tudingan Pesawat Disorot Laser

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Feb 2022 20:09 WIB
Canberra said a Chinese naval vessel sailing off the northern coast of Australia had shone a laser at one of its surveillance aircraft, which Beijing denied (Handout Australian Defence Force/AFP)
Dua kapal China berlayar di utara wilayah Australia (Handout Australian Defence Force/AFP)
Jakarta -

Hubungan Australia dan China kembali memanas usai tudingan pesawat disorot laser dari kapal China. China pun membantah kapalnya menyorotkan laser.

Dilansir Reuters, Senin (21/2/2022) Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, menyatakan sebuah kapal Angkatan Laut China yang mengarahkan laser ke arah sebuah pesawat pertahanan Australia. Morrison pun menuntut penyelidikan penuh oleh China terkait insiden tersebut.

Morrison menambahkan bahwa pemerintahannya belum menerima penjelasan dari otoritas China terkait insiden yang terjadi pada Kamis (17/2) lalu. Otoritas Australia menganggap insiden itu sebagai 'tindakan yang berbahaya dan sembrono'.

Pada Sabtu (19/2), Departemen Pertahanan Australia dalam pernyataan menyebut bahwa sebuah kapal Angkatan Laut China yang berlayar di dalam zona ekonomi eksklusif Australia. Kapal itu kedapatan mengarahkan laser ke sebuah pesawat militer Australia yang tengah mengudara di wilayah utara negara tersebut.

Departemen Pertahanan Australia mengatakan laser tersebut menyinari pesawat dan berpotensi membahayakan nyawa.

Departemen Pertahanan Australia menambahkan bahwa sebuah pesawat patroli maritim jenis P-8A Poseidon mendeteksi laser memancar dari sebuah kapal milik Angkatan Laut China, atau Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Departemen Pertahanan juga merilis dua foto yang menunjukkan dua kapal militer China berlayar dekat dengan pantai utara Australia.

Sebuah kapal penghancur rudal jelajah dan sebuah kapal dok transpor amfibi milik Angkatan Laut China kedapatan berlayar ke arah timur melalui Selat Arafura, antara Papua Nugini dan Australia saat insiden itu terjadi. Kapal itu kemudian terdeteksi berlayar melintasi Selat Torres yang sempit.

"Dimungkinkan bahwa orang-orang bahkan bisa melihat kapal itu dari daratan utama kita, berpotensi demikian," ucap Morrison kepada wartawan di Tasmania pada Senin (21/2) waktu setempat.

Morrison menegaskan bahwa otoritas Australia telah menyerukan melalui saluran diplomatik dan pertahanan agar dilakukan 'penyelidikan menyeluruh terhadap peristiwa ini'. Dia lalu membandingkan insiden itu dengan situasi hipotetis jika sebuah kapal frigate Australia mengarahkan laser ke sebuah pesawat pengintai China di Selat Taiwan.

"Bisakah Anda bayangkan reaksi mereka di Beijing terhadap hal itu?" ucapnya.

Simak bantahan China pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT