3 Mahasiswi Menggugat soal Pelecehan Seks tapi Harvard Bilang Begini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Feb 2022 22:35 WIB
hand writing sexual harassment on blackboard. Symbol of violence against women
Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Tiga mahasiswi pascasarjana menggugat Universitas Harvard di Amerika Serikat. Harvard dituding gagal melindungi mahasiswa dari pelecehan seksual.

Tiga mahasiswi yang menjadi penggugat dalam gugatan hukum ini antara lain Margaret Czerwienski, Lilia Kilburn dan Amulya Mandava. Ketiganya merupakan mahasiswi pascasarjana jurusan antropologi pada Universitas Harvard.

Seperti dilansir dari CNN, Jumat (11/2/2022), dalam gugatan itu ketiganya menuduh John Comaroff, seorang profesor Studi Afrika dan Afrika Amerika, dan Antropologi, telah 'mencium dan meraba-raba mahasiswi tanpa izin, melakukan tindakan seksual yang tidak diinginkan, dan mengancam untuk menyabotase karier mahasiswi jika mereka melapor'.

Dalam gugatan juga disebutkan ketiga mahasiswi itu menghadapi hambatan terus-menerus dari pihak administrasi kampus ketika melaporkan tuduhan pelecehan seksual.

Gugatan hukum itu menyebut kegagalan Universitas Harvard dalam bertindak atas laporan pelecehan seksual oleh profesor tersebut. Disebutkan sikap universitas menunjukkan adanya kebijakan ketidakpedulian dari institusi.

Termasuk adanya sebuah sistem yang dirancang untuk melindungi universitas, reputasinya, dan fakultas yang menjaga reputasi itu dengan mengorbankan para mahasiswanya.

Para penggugat menuntut kompensasi dan ganti rugi punitif yang akan diputuskan oleh juri pengadilan nantinya, juga biaya pengacara.

Respons Universitas Harvard

Dalam pernyataan kepada CNN, pihak Universitas Harvard membantah tuduhan yang dicantumkan dalam gugatan hukum tersebut. Pihak Harvard menyebut gugatan itu 'sama sekali tidak mencerminkan secara adil maupun akurat dari langkah-langkah bijaksana yang diambil oleh universitas'.

Sementara pengacara yang mewakili Comaroff, yang namanya disebut dalam gugatan hukum namun tidak disebut sebagai terdakwa, menegaskan kliennya dengan tegas menyangkal pernah melecehkan atau melakukan sabotase terhadap mahasiswa mana pun.

Comaroff juga membantah tuduhan yang menyebut dirinya mencium atau menyentuh mahasiswa secara tidak pantas.

"Profesor Comaroff tidak hanya akademisi terkemuka dalam bidangnya -- dia juga sosok yang sangat peduli yang mengabdikan energinya selama bertahun-tahun untuk membimbing dan memajukan berbagai generasi mahasiswa," tegas pengacara Comaroff dalam pernyataannya.

Dia menilai serangan terhadap kliennya hanya berdasarkan gosip. Dia menyebut gugatan itu hanya merujuk pada fantasi.

"Serangan terhadap kariernya yang didasarkan pada gosip dan fantasi daripada bukti nyata sungguh memalukan," imbuh pernyataan itu.

Dalam sebuah surat yang dikirim kepada CNN, salah satu dekan Universitas Harvard, Claudine Gay, diketahui telah mengumumkan pada para mahasiswa pada 20 Januari bahwa Comaroff ditempatkan dalam cuti administrasi tanpa gaji untuk sepanjang semester musim semi dan tidak diizinkan mengajar mata kuliah wajib untuk tahun akademik 2022-2023.

(idn/idn)