Anggota Parlemen Kongo Bebas Usai Ditangkap Gegara Menentang UU Keamanan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 10 Feb 2022 02:36 WIB
ilustrasi penjara
Ilustrasi bebas dari penjara (Foto: andi saputra)
Goma -

Seorang anggota parlemen Kongo dibebaskan usai ditangkap karena diduga menghasut pembangkangan terhadap Undang-Undang Keamanan yang ketat. Dia dibebaskan setelah sehari ditahan.

Josue Mufula, sekutu mantan presiden Joseph Kabila, ditangkap di pesawat yang akan lepas landas dari Goma di Provinsi Kivu Utara dalam penerbangan ke ibu kota Kinshasa, pada Selasa (7/2). Dia akhirnya dibebaskan pada Rabu (9/2) sore.

"Dia meninggalkan selnya pada sore hari," kata pengacara Mufula, Elie Katumwa, seperti dilansir dari AFP, Kamis (10/2/2022).

Pengacara Mufula memperebutkan hak pengadilan untuk mengadilinya mengingat statusnya sebagai anggota parlemen nasional, sebuah langkah yang mendorong penundaan hingga Jumat mendatang. Mufula adalah anggota parlemen untuk Goma, di mana wakil provinsi lainnya ditangkap pada hari Minggu dalam keadaan yang sama.

Jaksa menuduh Mufula menghasut pembangkangan dengan membagikan selebaran di akhir pekan bertuliskan 'selamat tinggal keadaan pengepungan', dan menghina pasukan keamanan.

"Keadaan pengepungan mengacu pada tindakan yang diberlakukan tahun lalu di Kivu Utara dan provinsi tetangga Ituri," ucap Jaksa.

Pemerintah memaksa keluar pejabat senior sipil dan menggantinya dengan perwira tentara atau polisi dengan tujuan yang dinyatakan untuk meningkatkan kampanye melawan kelompok-kelompok bersenjata di wilayah yang bermasalah. Namun, tindakan itu gagal membendung serangan.

"Saya dikeluarkan dari penerbangan saya, saya tidak tahu mengapa... teror militer merajalela," kata Mufula dalam pesan audio yang dikirim ke wartawan, Selasa.

(fas/fas)